LINGKARWILIS.COM – Setelah insiden hanyutnya seorang warga di Sungai Avour Watudakon, Penjabat (Pj) Bupati Jombang, Teguh Narutomo, mengingatkan perlunya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama selama musim hujan.
Teguh meminta semua pihak terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, dan relawan untuk memperkuat koordinasi serta memastikan sistem peringatan dini berfungsi secara optimal.
“Kami mengapresiasi kerja keras Basarnas, BPBD, dan relawan. Tingkatkan terus koordinasi dengan OPD dan pemangku kepentingan lainnya agar penanganan bencana dapat dilakukan lebih efektif,” ujarnya pada Senin (9/12).
Ia juga menegaskan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah dirumuskan dalam rapat koordinasi siaga bencana, serta meminta laporan progres penanganan disampaikan secara berkala.
Kebakaran Hebat Melanda Toko Plastik di Prambon, Upaya Pemadaman Berlangsung Dramatis
Selain itu, Teguh mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, khususnya menjaga saluran air agar tetap bersih dan tidak tersumbat, demi mencegah terjadinya banjir.
“Masyarakat harus tetap waspada dan siaga menghadapi cuaca ekstrem. Kerja bakti bersama untuk menjaga kebersihan saluran air sangat penting agar tidak terjadi genangan saat hujan deras,” tambahnya.
Insiden yang menimpa Dedy Teguh Harianto (26), warga Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, menjadi peringatan penting akan bahaya bencana alam di musim penghujan.
Dedy tenggelam pada Sabtu (7/12/2024) saat berusaha menyelamatkan bibit padi yang jatuh ke sungai. Setelah dua hari pencarian, jasadnya ditemukan tak jauh dari lokasi pertama kali tenggelam.
Reporter : Taufiqur Rachman / Agung Pamungkas
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





