Jombang, LINGKARWILIS.COM – Jagat maya diramaikan unggahan sebuah akun Instagram bernama @brorondm yang menyoroti dugaan adanya pungutan liar di SMKN 1 Jombang. Dalam postingan yang beredar beberapa hari terakhir, akun tersebut menampilkan foto gedung sekolah dengan keterangan pungutan uang gedung Rp1,5 juta serta SPP Rp100 ribu per bulan.
Unggahan itu langsung menyedot perhatian warganet. Ribuan tanda suka, ratusan komentar, dan ratusan kali dibagikan ulang menandai ramainya respons publik.
Tak hanya itu, beredar pula foto tanda terima pembayaran yang disebut-sebut sebagai bukti pembayaran uang gedung. Namun, dokumen tersebut tidak dilengkapi kop sekolah, stempel, maupun tanda tangan resmi.
Baca juga : Bocah 5 Tahun Diduga Terseret Arus Sungai Pait di Jombang
Menanggapi hal itu, Kepala SMKN 1 Jombang, Abdul Muntolib, mengakui adanya koordinasi dengan komite sekolah terkait kebutuhan sejumlah fasilitas. Ia menyebutkan, sekolah saat ini membutuhkan jogging track, ruangan untuk OSIS serta kegiatan ekstrakurikuler, hingga perbaikan lapangan basket.
“Lapangan basket perlu diberi atap. Kalau siang anak-anak kepanasan, sementara kalau hujan mereka kehujanan dan rawan terpeleset,” jelas Abdul Muntolib, Kamis (21/8/2025).
Meski demikian, ia membantah adanya pungutan dengan nominal tertentu yang diwajibkan sekolah. Menurutnya, lembar tanda bukti yang viral di media sosial bukan dikeluarkan pihak sekolah, melainkan ditulis oleh wali murid sendiri, sementara komite hanya menandatangani sebagai bukti.
Baca juga : BPBD Kabupaten Kediri Terima 50 Tandon Air untuk Antisipasi Kekeringan
“Kami tidak pernah menentukan jumlah pasti. Itu sifatnya sumbangan sukarela sesuai kebutuhan. Memang ada wali murid yang mengusulkan nominal tertentu, tapi realisasinya tidak harus sama, bisa disesuaikan,” tegasnya.***
Reporter: Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





