Kediri, LINGKARWILIS.COM – Wiji, warga Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, hanya bisa pasrah menunggu kepastian terkait nasib lahannya yang terdampak proyek Tol Kediri-Tulungagung.
Berbeda dengan sejumlah rekannya yang memilih berjuang langsung ke Jakarta untuk mencari keadilan hingga ke presiden, Wiji tetap tinggal di kampung, berharap ada kejelasan mengenai harga dan pengukuran ulang tanahnya.
Lahan milik Wiji, yang berdekatan dengan Tanah Kas Desa (TKD), kini tidak bisa dimanfaatkan karena tertutup ilalang. Ia mempertanyakan nilai ganti rugi yang ditetapkan hanya Rp500 ribu per meter, yang menurutnya terlalu rendah.
Baca juga : Dugaan Pungli di Madarasah, Kemenag Kabupaten Kediri Digeruduk Massa
“Saya hanya bisa menunggu kabar dari teman-teman yang sedang berjuang ke Jakarta. Harapan saya, ada kejelasan tentang harga dan batas tanah saya,” ujarnya, Rabu (12/2/2025).
Sementara itu, sejumlah warga yang merasa hak mereka belum dipenuhi telah bertolak ke Jakarta untuk menyampaikan tuntutan kepada Presiden.
Mereka berharap pemerintah memberikan kebijakan yang lebih adil dalam proses pembebasan lahan untuk proyek strategis nasional ini.
Dengan semakin besarnya gelombang aspirasi dari warga terdampak, masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan solusi yang berpihak pada keadilan.
Baca juga : Perhutani Kediri Bakal Lakukan Validasi Lahan Garap di Manggis, Puncu
Mereka menekankan bahwa pembangunan tol seharusnya tidak hanya membawa kemajuan infrastruktur, tetapi juga menjamin kesejahteraan bagi warga yang harus merelakan tanahnya.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





