KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Menyambut datangnya Bulan Suro dalam kalender Jawa, warga Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri menggelar tradisi selamatan di Masjid Al Qomar, RT 23 RW 8, Minggu (29/6)
Kegiatan ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus upaya melestarikan budaya dan kearifan lokal yang diwariskan leluhur.
Menurut Suranto (50), salah satu warga yang turut hadir, masyarakat membawa berbagai ubo rampe berupa berkat, tumpeng pelajaran, serta sajian khas berupa bubur Suro.
Sebelum acara inti dimulai, tokoh agama dan ustaz setempat menyampaikan doa serta tausiah untuk mendoakan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga.
Baca juga : Stok Darah di PMI Kota Kediri Capai 380 Kantong, Warga Tetap Diimbau Rutin Berdonor
“Bagi masyarakat Jawa, Bulan Suro dianggap bulan yang penuh makna spiritual. Karena itu, doa-doa keselamatan, keberkahan, serta harapan agar segala urusan setahun ke depan dimudahkan dan dilancarkan menjadi bagian penting dalam tradisi ini,” ujar Suranto.
Usai doa bersama, warga melanjutkan tradisi makan bersama atau bujono ondro wino sebagai simbol kebersamaan. Sebagian warga juga membawa pulang nasi berkat. Suranto menegaskan, tradisi selamatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





