Daerah  

Warga Trenggalek Habiskan Uang Pupuk untuk Nyawer Lalu Lapor Polisi Jadi Korban Begal, Begini Akhirnya,

Uang Beli Pupuk Ludes Buat Nyawer di Tayuban, Warga Trenggalek Ini Lapor Polisi Jadi Korban Begal Untuk Kelabui Istri, Begini Akhirnya
Capture video saat SN memberikan klarifikasi dan permohonan maaf ke publik (angga)

Trenggalek, LINGKARWILIS.COM -. Ada saja kelakuan SN, seorang warga Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek. Bagaimana tidak, uang yang seharusnya dipakai untuk membeli pupuk malah ludes untuk nyawer di tayuban.

Bukannya berterus terang, dia malah mengaku jadi korban begal dan membuat laporan palsu ke polisi untuk mengelabui istrinya.

banner 400x130

Dalam pengakuannya ke polisi, SN mengaku menjadi korban begal di Jalan Raya Dongko – Kampak, tepatnya di Tumpak Kebat, Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Sabtu (15/6).

Baca juga : Menggantikan Ninik Sunarmi, Nanang Qosim Jadi Ketua KPU Kabupaten Kediri

SN mengaku kehilangan uang sebesar Rp 650 ribu. Padahal uang dari istrinya itu seharusnya digunakan untuk membeli pupuk. Untuk memuluskan ceritanya serta meyakinkan istrinya, SN nekat mendatangi Mapolsek Dongko untuk membuat laporan palsu.

“Tapi masih (laporan) lisan, pengaduan. Belum laporan tertulis,” kata Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Zainul Abidin, dikonfirmasi Senin (17/6).

Namun saat dimintai keterangan, SN terlihat kelabakan dan tidak bisa menceritakan peristiwa yang dimaksud dengan jelas.

Baca juga : Lapas Kelas IIA Kediri Gelar VCT, Tangkal Penyakit Menular Warga Binaan

Tabiat pria paruh baya itu pun terbongkar saat polisi menghadirkan SN di lokasi. Bahkan polisi juga tidak menemukan adanya petunjuk baik dari saksi maupun petunjuk lainnya.

“Soalnya ceritanya janggal dan dalam kasus seperti itu memang korban dihadirkan ke lokasi. Selama saya di sini (Trenggalek), belum pernah ada kasus pembegalan selain satu kejadian sebelum pemilu kemarin,” imbuhnya.

Hingga akhirnya SN berterus terang kepada polisi bahwa dia mengarang cerita itu karena takut dimarahi sang istri.

Laporan palsu itu dia lakukan untuk mengelabui sang istri karena takut, uang yang seharusnya digunakan untuk membeli pupuk malah digunakan untuk menyawer penyanyi tayuban di sejumlah hajatan.

Saking asyiknya nyawer, dia tak sadar uangnya untuk membeli pupuk sudah habis.

“Pengakuannya untuk menyawer, istilahnya sinden atau apa, tapi tidak di satu tempat. Pengakuannya di sejumlah tayuban, keliling. Karena takut, kemudian dia membuat cerita fiktif itu,” ujarnya.

Akibat perbuatan itu, SN diminta membuat pernyataan dan memberikan klarifikasi ke publik. Dengan pendampingan polisi di Mapolsek Dongko dia-pun memohon maaf kepada publik lewat video yang diunggah di instagram, lantaran perbuatannya itu dinilai meresahkan dan membuat kegaduhan di masyarakat.

“Dimohon kepada warga Pringapus dan sekitarnya untuk tidak panik saat melintas di jalur itu. Bahwa kejadian perampasan itu tidak benar dan tidak pernah terjadi,” pungkasnya.***

Reporter : Angga Prasetya
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *