TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM – Warga Tulungagung telah menerima sejumlah bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Saat ini, penyaluran bansos dari Pemprov Jatim berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) telah memasuki tahap kedua.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Lijamsos) Dinas Sosial Tulungagung, Teguh Abianto, memastikan bahwa berbagai jenis bantuan dari kedua lembaga pemerintahan tersebut sudah dicairkan. Bansos dari Pemerintah Pusat mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Bantuan dari Pemerintah Pusat bersumber dari APBN, dan langsung dikirim ke rekening keluarga penerima manfaat (KPM). Kami di daerah hanya mendapat laporan setelah pencairan dilakukan, termasuk jumlah dan nama penerima yang ditentukan langsung oleh pusat,” ujar Teguh pada Jumat (11/7/2025).
Baca juga : Mbak Cicha Tampilkan Motif Khas Kabupaten Kediri di Puncak HUT Dekranas ke-45
Sementara itu, bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencakup PKH Plus, BPNT, dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Tiga jenis bantuan tersebut telah rampung disalurkan untuk tahap pertama pada Juni 2025 lalu, dan kini memasuki proses penyaluran tahap kedua.
Teguh menjelaskan bahwa sebanyak 841 warga Tulungagung terdaftar sebagai penerima PKH dan BPNT dari anggaran APBD Provinsi Jatim. Mekanisme penyalurannya juga dilakukan secara langsung ke rekening masing-masing KPM tanpa melalui dinas sosial setempat.
“Semua KPM sudah memiliki rekening masing-masing, jadi dana bantuan langsung ditransfer tanpa perantara,” tambahnya.
Adapun untuk bantuan dari DBHCHT, Teguh menjelaskan bahwa sasaran utamanya adalah para buruh pabrik rokok yang bekerja di Tulungagung, meskipun bukan warga asli daerah tersebut. Berdasarkan data, terdapat 857 pekerja pabrik yang menerima bantuan tunai ini.
Baca juga : Empat Musim Bersama, Persik Kediri Resmi Berpisah dengan Agil Munawar
Setiap buruh penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp1,5 juta untuk satu tahun, yang disalurkan secara tunai. Tercatat ada 11 perusahaan rokok di Tulungagung yang pekerjanya menerima bantuan tersebut, dengan jumlah terbesar berasal dari PT Cahaya Tiga Saudara Sejati (388 pekerja) dan PR Dua Dewi Ngantru (223 pekerja), yang sebagian besar merupakan warga asal Kediri.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





