JENEWA, LINGKARWILIS.COM – Kondisi layanan kesehatan di Jalur Gaza semakin mengkhawatirkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (20/5) mengungkapkan bahwa sebagian besar persediaan alat medis dan obat-obatan penting telah habis, membuat fasilitas medis nyaris lumpuh total.
Hanan Balkhy, Direktur Regional WHO untuk kawasan Mediterania Timur, menjelaskan bahwa saat ini 64% peralatan medis dan 43% obat-obatan esensial sudah benar-benar tidak tersedia. Selain itu, 42% vaksin dan obat pereda nyeri juga dilaporkan kosong stok.
“Kami menghadapi situasi darurat. Bayangkan seorang dokter harus menangani patah tulang tanpa anestesi, tanpa infus, tanpa jarum suntik, bahkan perban pun terbatas,” ujar Balkhy dalam konferensi pers di Jenewa, seperti dilansir dari laman kantor berita Palestina, Wafa.
Baca juga : Krisis Kemanusiaan Memburuk, 94 Persen Rumah Sakit di Gaza Rusak atau Hancur
Situasi makin pelik karena sebanyak 51 truk bantuan milik WHO tertahan di perbatasan Gaza, menunggu izin masuk yang tak kunjung diberikan. Padahal, truk-truk tersebut membawa suplai medis krusial yang sangat dibutuhkan rumah sakit-rumah sakit di wilayah konflik itu.
Menurut Balkhy, kekurangan antibiotik, pereda nyeri, serta obat-obatan untuk penyakit kronis menjadi ancaman serius bagi pasien, terutama anak-anak, lansia, dan korban luka berat.
“Krisis kemanusiaan di Gaza bukan hanya soal konflik bersenjata, tapi juga tentang akses dasar terhadap pelayanan medis yang layak,” tegasnya.***
Editor : Hadiyin





