1.175 JCH Asal Tulungagung Diberangkatkan ke Asrama Haji Surabaya, Tiga Calon Haji Batal Berangkat

1.175 JCH Asal Tulungagung Diberangkatkan ke Asrama Haji Surabaya, Tiga Calon Haji Batal Berangkat
Proses pemberangkatan JCH kloter 102 asal Tulungagung dari Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 1.175 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Tulungagung mulai diberangkatkan menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Minggu (17/5/2026). Namun, tiga orang calon haji dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci karena terkendala kondisi kesehatan.

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengatakan keberangkatan JCH dilakukan dalam empat kelompok terbang (kloter) reguler. Kloter 102 diberangkatkan pada pukul 16.00 WIB, sedangkan Kloter 103, 104, dan 105 dijadwalkan berangkat pada pukul 00.00 WIB.

bayar PBB Kota Kediri

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Baharudin mengingatkan seluruh JCH agar menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah haji. Para jemaah diminta memperbanyak makan dan minum, menjaga komunikasi dengan ketua kloter maupun tim kesehatan, serta mengurangi aktivitas yang tidak berkaitan dengan rukun dan wajib haji.

“Kami mengimbau seluruh JCH menjaga kesehatan, memperbanyak makan dan minum, serta mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan. Fokus menjalankan syarat wajib dan rukun haji. Semoga seluruh jemaah diberikan keselamatan hingga kembali ke tanah air,” ujarnya.

Baca juga : Bandara Internasional Dhoho Kediri Dipilih Jadi Lokasi Kediri Half Marathon 2026

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tulungagung, Suryani, menjelaskan jumlah JCH yang diberangkatkan tahun ini mengalami pengurangan dibandingkan data saat pelepasan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso yang tercatat sebanyak 1.178 orang.

Pengurangan tersebut disebabkan tiga JCH gagal berangkat akibat masalah kesehatan. Dua orang diketahui harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sedangkan satu JCH lainnya meninggal dunia sebelum keberangkatan.

“Ada satu JCH yang menjalani opname dan istrinya yang juga calon haji memilih menunda keberangkatan untuk mendampingi. Sementara satu JCH lainnya meninggal dunia,” jelas Suryani.

Untuk mendukung kelancaran ibadah jemaah lanjut usia maupun yang membutuhkan bantuan mobilitas, pihaknya juga telah menyiapkan 12 kursi roda. Seluruh kursi roda tersebut telah dikirim ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya bersamaan dengan koper milik para jemaah pada Sabtu (16/5/2026).

Baca juga : Pecinta Aglonema dan Anthurium Tumplek Blek Hadiri Lelang Tanaman Hias Keliling di Kediri

Selain itu, Suryani mengimbau para jemaah agar tidak terlalu memaksakan diri menjalankan ibadah sunnah sebelum seluruh rangkaian ibadah haji selesai dilaksanakan.

“Kami sudah mengingatkan agar jemaah memprioritaskan rangkaian ibadah haji terlebih dahulu. Ibadah sunnah dapat dilakukan setelah seluruh proses ibadah haji selesai agar stamina tetap terjaga,” pungkasnya.***

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto