Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, Pemerintah Desa Bobang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, bekerja sama dengan LPMK dan Karang Taruna, menyelenggarakan kirab budaya yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Acara yang digelar pada Minggu (4/8/2024) ini dimulai dari Dusun Kembangan dan berakhir di Bobang, dengan lebih dari dua ribu peserta turut meramaikan kegiatan tersebut.
Kepala Desa Bobang, Yatiran, menegaskan bahwa kirab budaya ini tidak hanya sekedar perayaan kemerdekaan, tetapi juga sebagai upaya melestarikan budaya Jawa.
Baca juga :Β Keindahan Jembatan Jongbiru, Kediri, Pendukung Ekonomi Warga Setempat Β
“Kirab budaya ini menampilkan berbagai kesenian tradisional seperti jaranan dan tarian Jawa, serta para peserta yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa kebhinekaan adalah kekuatan kita, dan semangat gotong-royong adalah jiwa dari bangsa Indonesia,” ujarnya.
Camat Semen, Anto Riandoko, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kirab budaya di Desa Bobang.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa Bobang bersama LPMK dan Karang Taruna yang telah menggelar acara kirab budaya ini. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan kebhinekaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Upaya melestarikan budaya Jawa melalui kirab ini juga patut diacungi jempol. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Semen,” tegasnya.
Baca juga :Β Jumlah Laka Lantas di Kabupaten Kediri Menurun SelamaΒ Operasi Patuh Semeru 2024
Warga Desa Bobang, Ibu Sri Wahyuni, juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap acara tersebut.
“Saya sangat bangga dengan desa kita yang mampu menggelar acara sebesar ini. Semoga semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap budaya kita terus terjaga,” ujarnya.
Salah satu peserta kirab, Mas Eko, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan.
“Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan, agar generasi muda semakin mengenal dan mencintai budaya sendiri. Selain itu, kirab budaya ini juga bisa mempererat persatuan dan kesatuan di desa kami,” ucapnya.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin





