Program ini dianggap mampu menekan inflasi serta menghemat anggaran negara hingga mencapai Rp10 triliun.
“Dengan asumsi minimal 20 juta kepala keluarga di Indonesia melakukan pertanaman pekarangan, kita bisa menghemat anggaran hingga Rp10 triliun,” ujar Wamentan, kemarin, seperti dilansir laman pertanian.go.id.
Jika program P2L sukses, pemerintah akan memperluas distribusi benih dan bibit untuk ibu rumah tangga di seluruh Indonesia. Beberapa jenis benih yang akan disediakan antara lain cabai, tomat, terong, dan berbagai sayuran lainnya.
“Cabai, ketimun, terong, dan sayuran lain bisa diberdayakan di pekarangan rumah. Kami memperkirakan setiap rumah tangga bisa menghemat hingga Rp500 ribu per bulan jika menjalankan program ini. Dengan 20 juta keluarga saja, dampaknya sudah luar biasa,” ungkap Wamentan Sudaryono.
Pemerintah juga terus meningkatkan produksi pangan nasional melalui berbagai program, seperti food estate dan smart farming, serta klaster khusus yang melibatkan kaum ibu dalam kegiatan bertanam.
“Kaum ibu diharapkan memanfaatkan pekarangan mereka untuk menanam tanaman pangan,” tambahnya.
Baca juga :Β Maling Ponsel di Tulungagung Tertangkap, Barang Curian Dijual hingga Kediri
Sebagai informasi, Program P2L merupakan inisiatif Kementerian Pertanian yang mendorong kelompok masyarakat untuk menggunakan pekarangan rumah sebagai sumber pangan secara berkelanjutan.***
Editor : Hadiyin





