Trenggalek, LINGKARWILIS.COM – Sekelompok warga di Kabupaten Trenggalek kembali melakukan aksi unjuk rasa, mendesak pertanggungjawaban terkait kasus santriwati yang hamil di sebuah pondok pesantren. Mereka menduga santri tersebut menjadi korban tindakan asusila yang dilakukan oleh seorang pengurus pondok.
Aksi protes dimulai pada Minggu (22/9) pagi di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Kampak. Massa yang hadir sejak pukul 05.00 WIB tak berhasil menemui pihak pondok. Pada malam hari, dengan jumlah lebih besar, mereka mendatangi balai desa setempat untuk menuntut pihak pondok hadir dan memberikan klarifikasi.
Dalam tuntutannya, warga meminta agar pelaku yang diduga bertanggung jawab atas kehamilan santri tersebut dihadirkan. Sayangnya, hingga pukul 20.00 WIB, perwakilan pondok tidak muncul, menyebabkan mediasi berlangsung tanpa kehadiran pihak yang dituntut.
Meski begitu, pertemuan antara warga dan pihak kepolisian tetap dilanjutkan. Polisi meminta warga untuk bersabar, menjelaskan bahwa kasus ini telah naik ke tahap penyidikan dan sedang ditangani secara serius. “Kami akan memastikan kasus ini ditindaklanjuti dengan baik,” ujar Imam Safii, mewakili warga yang mengutip pernyataan polisi.
Warga yang awalnya kecewa karena pihak pondok tidak hadir, akhirnya menerima penjelasan dari kepolisian dan membubarkan diri. Mereka berharap kasus ini segera terungkap, terutama karena dugaan tindakan asusila terjadi di lingkungan pondok pesantren oleh salah satu pengurus.
Ketua PC GP Ansor Trenggalek, Muhammad Izzudin Zakki, yang turut hadir dalam mediasi tersebut, berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan bagi korban tercapai.
Baca juga : Gemerlap Finfest 2024, Pemkot Kediri Ajak Masyarakat Melek Literasi & Inklusi Keuangan
“Kami memastikan kasus ini tidak akan dimanipulasi atau dipengaruhi pihak tertentu. Proses hukum harus berjalan adil dan transparan,” tegasnya.
Sebelumnya, PC GP Ansor Kampak telah mendatangi Mapolres Trenggalek bersama keluarga korban untuk meminta kejelasan dan mendesak penyelesaian kasus ini. Kasus ini telah menjadi perhatian publik dan menimbulkan keresahan karena melibatkan seorang tokoh agama.
“Warga berharap proses hukum ini berjalan cepat, memberikan keadilan bagi korban, serta mengungkap kebenaran di balik kasus yang telah mencoreng citra pondok pesantren,” pungkas Gus Zakki.***
Reporter : Angga Prasetya
Editor : Hadiyin





