Trenggalek, LINGKARWILIS.COM – Ketua DPRD Trenggalek sementara, Doding Rahmadi, menyatakan keprihatinannya terkait dugaan kasus seorang santri hamil di lingkungan pondok pesantren. Menurutnya, kasus ini telah menimbulkan keresahan di masyarakat dan berdampak negatif pada citra pendidikan di Kabupaten Trenggalek.
“Kita sangat prihatin karena kejadian ini terjadi di dunia pendidikan, di pesantren. Kami berharap masyarakat bisa menjaga agar hal-hal seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Doding, Kamis (26/9).
Doding juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan lebih memaksimalkan langkah-langkah pencegahan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Ia menekankan pentingnya peran Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait isu ini, mengingat dampaknya terhadap masa depan generasi muda.
Selain memberikan pendampingan kepada korban, Doding mendorong aparat penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus tersebut. Dugaan bahwa kasus ini melibatkan seorang tokoh agama telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang memiliki anak yang menempuh pendidikan di pondok pesantren.
Baca juga : Ribuan Warga Kabupaten Kediri Daftar Calon Anggota KPPS
“Kami mendesak agar kasus ini segera diproses dengan cepat, karena berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat. Kami percaya aparat penegak hukum akan segera bertindak,” pungkas Doding.
Sebelumnya, ratusan warga menggeruduk sebuah pondok pesantren di Kecamatan Kampak, meminta pertanggungjawaban pihak pondok setelah seorang santri diketahui hamil hingga melahirkan bayi berusia lebih dari dua bulan.
Berdasarkan pengakuan korban, pengurus pondok diduga sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kehamilannya. Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh kepolisian.***
Reporter: Angga Prasetya
Editor : Hadiyin





