Kediri, LINGKARWILIS.COM – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Kediri terus bertambah di minggu kedua Februari 2025. Data terbaru mencatat 1.116 ekor sapi terpapar, dengan rincian 846 ekor masih sakit, 42 ekor mati, dan 228 ekor dinyatakan sembuh.
Menanggapi lonjakan kasus ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri meminta para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan.
Plt. Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, melalui Kabid Kesehatan Hewan, drh. Yuni Ashmawati, menegaskan bahwa upaya pencegahan PMK harus terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama bagi peternak yang memelihara hewan berkuku belah seperti sapi.
Baca juga : Solichin Resmi Jabat Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Gantikan Urip Dharma Yoga
“Petugas kesehatan hewan DKPP terus memaksimalkan pemeriksaan ternak, baik dengan mendatangi langsung peternakan maupun melakukan pengecekan ketat di pasar hewan. Hewan yang menunjukkan gejala PMK tidak diizinkan masuk ke pasar untuk mencegah penularan lebih lanjut,” ujar Yuni.
Selain pemeriksaan kesehatan, DKPP juga melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin terhadap ternak yang diangkut menggunakan truk ke pasar hewan. Langkah ini bertujuan untuk mencegah penularan PMK antarternak.
“Kami mengimbau peternak agar tidak lengah. Jika sapi menunjukkan gejala PMK, segera laporkan dan lakukan isolasi agar tidak menular ke ternak lain,” tambahnya.
Baca juga : DKPP Kediri Intensifkan Pengobatan dan Vaksinasi Sapi untuk Cegah PMK
DKPP Kabupaten Kediri terus berupaya menekan laju penyebaran PMK, namun keberhasilan pencegahan ini sangat bergantung pada kerja sama antara peternak, pedagang ternak, dan petugas kesehatan hewan.
“Sinergi antara peternak, pedagang, dan DKPP sangat diperlukan demi melindungi populasi ternak dan mencegah kerugian yang lebih besar,” pungkas Yuni.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





