PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Dunia pendidikan di Kabupaten Ponorogo tengah menghadapi persoalan serius. Sedikitnya 115 sekolah jenjang SD dan SMP di wilayah tersebut kini mengalami kekosongan jabatan kepala sekolah. Kondisi ini berdampak langsung terhadap efektivitas pengelolaan sekolah.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, terdapat 96 Sekolah Dasar dan 9 Sekolah Menengah Pertama yang hingga kini belum memiliki kepala sekolah definitif. Seluruhnya tersebar hampir merata di setiap kecamatan.
“Kami terpaksa menugaskan pelaksana tugas (Plt), bahkan sebagian merangkap jabatan sebagai kepala sekolah di sekolah lain,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Nurhadi Hanuri, Rabu (16/4/2025).
Baca juga :Dua Pilar Kembali, Persik Kediri Siap Tempur Lawan Persija Jakarta
Nurhadi menyebutkan bahwa kekosongan ini terjadi akibat banyaknya kepala sekolah yang memasuki masa pensiun sejak 1 April lalu. Bahkan, jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah dalam waktu dekat karena ada kepala sekolah lain yang juga akan segera pensiun.
“Kendala utamanya, minimnya tenaga pendidik yang bersedia dan memenuhi kriteria untuk merangkap jabatan kepala sekolah,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah memiliki peran vital dalam menjamin mutu layanan pendidikan. Tanpa pemimpin yang fokus dan berdedikasi, kualitas manajemen sekolah pun bisa terdampak. Terlebih, sejumlah Plt saat ini harus membagi perhatian antara dua sekolah yang dipimpinnya.
“Dengan tanggung jawab yang besar, sulit membagi waktu dan konsentrasi ketika harus memimpin lebih dari satu sekolah,” tegas Nurhadi.
Baca juga : Soal Wisuda RA Hingga MTS, Kemenag Kota Kediri Tergantung Kementerian Agama Pusat
Dindik sebenarnya telah membuka seleksi pengisian jabatan kepala sekolah sesuai regulasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Namun, jumlah pendaftar masih belum mencukupi untuk menutupi semua kekosongan.
“Kami sudah mengajukan nama-nama yang lolos seleksi ke pemerintah kabupaten, dan berharap proses pelantikan bisa segera dilakukan,” tutupnya.***
Reporter : Sony prasetyo
Editor : Hadiyin





