PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Seorang perempuan asal Ponorogo, Dewi Astutik (42), kini menjadi buronan internasional setelah diduga menjadi dalang penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 2 ton melalui jalur laut di Kepulauan Riau. Nama Dewi mencuat dalam pengungkapan kasus besar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Batam, Senin (26/5/2025).
Dewi, yang berasal dari Dukuh Sumber Agung, Desa Balong, Kecamatan Balong, sebelumnya telah masuk dalam red notice Interpol sejak 2024, usai kurir berinisial ZR yang bekerja untuknya ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta dengan membawa 2,7 kilogram heroin.
Menurut Kepala BNN RI Komjen Marthinus Hukom, Dewi berperan sebagai pengendali utama jaringan narkotika internasional, termasuk dalam penyelundupan sabu yang dibawa menggunakan kapal MT Sea Dragon Tarawa. Dari operasi penangkapan di perairan Karimun, Kepri, aparat berhasil menangkap enam anak buah kapal, empat di antaranya WNI.
Baca juga : DKPP Kabupaten Kediri Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Stok Aman
“Dewi teridentifikasi sebagai penghubung utama dari jaringan ini. Ini merupakan sindikat internasional yang melibatkan pelaku dari Indonesia,” ujar Marthinus dalam konferensi pers di Batam.
Ia menjelaskan, operasi ini merupakan hasil penyelidikan intensif selama lima bulan, hasil kerja sama antara BNN dan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Pada Rabu (21/5/2025) dini hari, aparat berhasil mengamankan kapal MT Sea Dragon yang membawa 67 dus sabu, disembunyikan di kompartemen rahasia lambung kapal. Barang tersebut dibungkus dalam plastik teh berlabel China.
Hasil pengungkapan ini dinilai menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari bahaya narkoba. Nilai estimasi sabu yang disita mencapai Rp5 triliun.
Baca juga : Proyek Jalan Stasiun Dimulai, Warga Kediri Soroti Aspek Sosial
Hingga kini, keberadaan Dewi Astutik masih dilacak. Ia diduga bersembunyi di Kamboja, dan pencariannya kini menjadi fokus kerja sama antara BNN dan BIN.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin





