LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Batu mulai mematangkan rencana pembangunan Mal Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai bagian dari janji politik Wali Kota Nurochman saat kampanye Pilkada 2024 lalu. Dalam tahap awal, kawasan Alun-alun Kota Batu masuk dalam kajian sebagai lokasi yang paling representatif.
Wali Kota Batu, Nurochman yang akrab disapa Cak Nur, menyebut saat ini pihaknya tengah menyiapkan desain awal mal UMKM tersebut.
“Perencanaannya terus berjalan. Saat ini fokus kami adalah penyusunan desain,” ujarnya, Kamis (10/7/2025).
Mengenai lokasi pembangunan, Cak Nur mengaku belum ada keputusan final. Beberapa alternatif lokasi masih dalam pembahasan, termasuk memanfaatkan ruang kosong di Pasar Induk Among Tani.
Stasiun Malang Tampil Tematik, KAI Luncurkan Program Liburan Schooliday
Namun, ia menegaskan bahwa pemanfaatan di pasar itu bukan untuk mal permanen, melainkan hanya ruang display produk sementara.
“Beberapa lokasi masih dikaji. Alun-alun memungkinkan, dan ada juga opsi menggunakan bedak kosong di pasar. Tapi yang di pasar bukan mal, hanya untuk display produk UMKM,” tambahnya.
Cak Nur menilai Kota Batu memiliki banyak pelaku UMKM dengan produk unggulan yang layak dipromosikan secara lebih luas.
Oleh karena itu, kehadiran Mal UMKM diharapkan bisa menjadi etalase permanen untuk memperkuat daya saing sektor tersebut.
Hamas Siap Bebaskan 10 Sandera, Peluang Gencatan Senjata di Gaza Semakin Besar
“Produk UMKM Batu berkualitas tinggi. Lewat Mal UMKM, kami ingin bantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar mereka,” jelasnya.
Meski begitu, pembangunan Mal UMKM diperkirakan belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Pemkot Batu saat ini masih fokus pada tahap perencanaan dan penyusunan desain. “Kemungkinan belum bisa tahun ini,” imbuhnya.
Gagasan pendirian mal ini telah dimasukkan ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batu 2025–2030. Selain itu, wacana tersebut juga telah dibahas dalam forum Musrenbang pada Maret lalu.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu, Aries Setiawan, menegaskan bahwa pendirian Mal UMKM merupakan bentuk konkret dukungan pemerintah terhadap penguatan sektor usaha kecil di tengah tantangan ekonomi global.
Pemkot Batu dan Pemkot Pasuruan Sepakat Soal Batas Wilayah, Akses Baru Siap Dibuka
“Selain pembangunan mal, kami juga terus menggencarkan program pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi permodalan bagi pelaku UMKM,” tutur Aries.
Ia menambahkan, pertumbuhan UMKM di Kota Batu menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Diskumperindag, jumlah UMKM meningkat dari 5.900 unit pada 2023 menjadi 7.552 unit di tahun 2024, dengan mayoritas bergerak di sektor makanan dan minuman.
“Peningkatan ini mencerminkan minat tinggi masyarakat untuk berwirausaha, serta efektivitas berbagai program pengembangan yang sudah berjalan,” pungkasnya.





