Jombang, LINGKARWILIS.COM – Selain fokus pada padi dan tebu sebagai penopang pangan nasional, Kabupaten Jombang juga semakin gencar mendorong pengembangan produk unggulan lokal. Langkah ini tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga membuka peluang pasar di tingkat nasional hingga internasional.
Salah satunya adalah durian khas Wonosalam yang tengah diusulkan sebagai varietas nasional dengan nama Durian Mrico. Upaya pelepasan varietas ini diharapkan memberi pengakuan resmi sekaligus meningkatkan daya saing buah asal lereng Gunung Anjasmoro tersebut.
Komoditas lain yang terus dikembangkan yakni pisang mas Wonosalam. Permintaan yang tinggi di pasar regional membuat petani memperluas budidaya sekaligus memperbaiki pola tanam agar produktivitas tetap terjaga.
Baca juga : Bawaslu Kabupaten Kediri Dorong Literasi Demokrasi sebagai Pilar Pemilu Berintegritas
Sementara itu, kopi Excelsa Wonosalam telah menorehkan prestasi dengan mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG). Sertifikasi ini menjamin keaslian serta mutu kopi, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk menembus pasar ekspor dan memperkuat posisi Jombang dalam peta kopi nasional.
Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan bahwa pengembangan komoditas lokal harus berjalan seimbang dengan pangan pokok.
“Jombang harus mampu menjaga keseimbangan antara produksi pangan pokok dan komoditas unggulan. Dengan begitu, ketahanan pangan tetap terjaga, sekaligus nilai tambah ekonomi masyarakat bisa terus meningkat,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).
Warsubi optimistis daya saing daerah akan semakin kuat dengan kombinasi tersebut.
Baca juga : Bupati Dhito Resmikan Mall Pelayanan Publik Kediri, Menpan RB Apresiasi Komitmen Layanan
“Kopi Excelsa yang sudah ber-IG adalah bukti nyata. Produk ini tidak hanya mempertegas identitas Jombang, tetapi juga memberi peluang pasar yang lebih luas, termasuk ekspor,” tutupnya.***
Reporter: Agung Pamungkas
Editor: Hadiyin





