Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Babak panjang konflik internal di tubuh DPD Partai Golkar Tulungagung akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat diwarnai aksi penggembokan kantor, partai berlambang pohon beringin itu resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 sebagai ajang konsolidasi dan pemilihan ketua baru.
Dalam forum yang digelar di Hotel Victoria Crown, Rabu malam (29/10/2025), Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung periode 2025–2030.
Plt Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung, Aan Ainur Rofik, menjelaskan bahwa semula terdapat dua calon ketua yang mendaftar. Namun, satu kandidat, yakni Muhammad Hamim Hidayatullah, dinyatakan tidak lolos verifikasi administrasi karena tidak memenuhi sejumlah ketentuan yang diatur dalam Juklak Nomor 02 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan Musda Partai Golkar.
Baca juga : RSUD dr Iskak Tulungagung Tegaskan Komitmen Layani Pasien Tak Mampu dengan SKTM
“Berkas yang bersangkutan tidak memenuhi syarat, seperti tidak melampirkan SK keaktifan minimal lima tahun berturut-turut, surat keterangan tidak pernah terlibat G-30-S/PKI, serta dukungan suara yang sah kurang dari 30 persen,” terang Aan, Kamis (30/10/2025).
Menurutnya, dari 11 dukungan yang diajukan oleh Hamim, lima di antaranya terdeteksi ganda sehingga tidak memenuhi batas minimal dukungan suara. Dengan demikian, Jairi Irawan resmi terpilih secara aklamasi setelah menjadi satu-satunya kandidat yang lolos verifikasi.
Usai terpilih, Jairi menyampaikan tekadnya untuk membesarkan Partai Golkar Tulungagung dengan memperkuat basis kaderisasi di kalangan muda.
“Kami akan memperluas jangkauan partai, terutama dengan menggandeng generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha, agar Partai Golkar semakin relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufti, yang turut hadir dalam Musda tersebut, mengingatkan bahwa masih ada 11 DPD kota dan kabupaten di Jawa Timur yang belum melaksanakan Musda.
“Kami dorong agar seluruh DPD segera menggelar Musda paling lambat Desember, supaya proses konsolidasi partai di tingkat daerah dapat segera rampung,” tegasnya.
Musda ke-11 ini menjadi momentum penting bagi Golkar Tulungagung untuk menutup lembaran konflik dan melangkah dengan semangat baru menghadapi dinamika politik ke depan.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor :Hadiyin






