KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Rumah kos di wilayah Kecamatan Mojoroto disinyalir rawan dijadikan tempat mesum dan peredaran narkoba. Untuk itu tiga Pilar Kecamatan Mojoroto menggelar monitoring rumah kos dan diawali di empat titik di Kelurahan Lirboyo, Jum’at (14/11/2025).
Kegiatan ini juga dilakukan untuk memastikan keamanan, ketertiban, serta legalitas usaha rumah kos yang terus bertambah di wilayah Kecamatan Mojoroto.
Monitoring dipimpin Camat Mojoroto Abdul Rahman, SH., M.Si, bersama Wakapolsek Mojoroto AKP Wilu Swandoko, Peltu Suroyo mewakili Danramil 0809/03 dan Kasi Trantib Kecamatan Mojoroto Rizky.
Setiap lokasi kos ditinjau langsung, disertai pemasangan stiker imbauan resmi Tiga Pilar yang memuat aturan keamanan, pelaporan tamu, kebersihan, hingga kewajiban izin usaha.
AKP Wilu Swandoko menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap tamu asing dan pencatatan identitas penyewa. Ia juga mengingatkan aturan penting seperti larangan tamu masuk menggunakan masker atau helm, kewajiban kunci ganda kendaraan, serta pelaporan cepat jika ada tamu mencurigakan.
Baca juga : Cegah Kerusakan Tanaman di Musim Hujan, PUPR Kabupaten Kediri Lakukan Normalisasi Saluran Irigasi
“Langkah ini untuk mencegah rumah kos dijadikan tempat persembunyian pelaku kejahatan. Keamanan dan ketertiban harus dijaga bersama,” tegasnya.
Pemilik kos di RT 02 RW 06, Mahmud, menyambut baik kegiatan tersebut.
“Pengawasan ini membantu kami menjaga lingkungan tetap aman dan tertib. Kami juga segera melengkapi izin pendirian kos,” ujarnya.
Kasi Trantib Kecamatan Mojoroto, Rizky, menambahkan bahwa pengawasan dilakukan untuk memastikan setiap rumah kos tertib administrasi dan tidak menimbulkan kerawanan.
“Ini bukan hanya penertiban, tetapi bentuk perlindungan bagi pemilik dan penghuni kos,” jelasnya.
Baca juga : Pemkab Kediri Kukuhkan Dua Kampung Siaga Bencana
Sedangkan Camat Mojoroto, Abdul Rahman, menegaskan bahwa pengawasan rumah kos akan dilakukan secara berkala guna menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan berizin jelas, “tegasnya singkat.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin




