Kediri, LINGKARWILIS.COM – Pembangunan Jalan Tol Kediri–Kertosono diproyeksikan mulai berjalan pada triwulan pertama tahun 2026, beriringan dengan proses awal lelang proyek. Progres pembebasan lahan di dua wilayah yang dilintasi proyek strategis nasional (PSN) ini menunjukkan perkembangan signifikan.
Di Kabupaten Nganjuk, pembebasan lahan telah mencapai 70–80 persen. Sementara itu, proses di Kabupaten Kediri jauh lebih cepat, dengan capaian sekitar 98 persen. Untuk wilayah Kediri, hanya beberapa bidang tanah yang masih menunggu penyelesaian dan ditargetkan tuntas sebelum memasuki triwulan pertama 2026.
Asisten I Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kediri, Sukadi, menyampaikan optimisme bahwa seluruh proses pembebasan lahan dapat dirampungkan tepat waktu. Ia menilai masyarakat sudah memahami mekanisme pembebasan lahan untuk proyek tol sebagai bagian dari PSN.
Baca juga : Anggota DPRD Kota Kediri Segera Ngantor di GNI, Renovasi Sementara Dipercepat
“Kita berharap pada 2026 nanti pembebasan lahan di Kediri maupun Nganjuk sudah beres sehingga pembangunan fisik jalan tol bisa dimulai sesuai jadwal. Warga juga tidak perlu terpancing isu-isu yang tidak jelas terkait proyek tol Kediri–Kertosono,” ujarnya, Senin (17/11).
Sukadi menjelaskan, jalan tol sepanjang 22 kilometer tersebut diproyeksikan selesai pada 2028 dengan masa pembangunan selama dua tahun. Kehadiran tol ini akan menjadi simpul penting yang menghubungkan jalur transportasi Jakarta–Banyuwangi melalui ruas Kertosono–Kediri sekaligus memperkuat akses menuju Bandara Internasional Kediri.
Menurutnya, keberadaan jalan tol Kediri–Kertosono maupun rencana tol Kediri–Tulungagung akan membawa dampak langsung terhadap peningkatan mobilitas dan perekonomian masyarakat di kawasan Selingkar Wilis.
“Tol ini nantinya membuat konektivitas antarwilayah semakin lancar dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






