Jombang, LINGKARWILIS.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jombang sejak Selasa malam (18/11) hingga Rabu pagi (19/11) membuat debit Sungai Marmoyo meningkat dan meluap. Air limpasan itu membanjiri halaman sejumlah rumah warga, termasuk lokasi hajatan pernikahan di Dusun Pagerongkal, Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso.
Genangan air setinggi lutut orang dewasa membuat prosesi pernikahan pasangan Suwarno dan Halimah terpaksa tetap digelar di tengah banjir. Bahkan, mempelai perempuan harus ditandu oleh keluarga untuk menuju pelaminan karena seluruh halaman dipenuhi air.
Akad nikah yang semula dijadwalkan berlangsung pagi hari tertunda hingga Rabu siang lantaran banjir tidak segera surut. Para tamu undangan pun terpaksa berjalan menerobos genangan ketika memasuki area acara.
Baca juga : Kediri Merdeka Run Tetap Digelar Setelah Sempat Tertunda Karena Kerusuhan, Ini Jadwalnya
Keluarga pengantin menyebut banjir kali ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
“Baru kali ini banjir setinggi ini. Tadi pengantin perempuan sampai digendong,” ungkap Sarini, ibu mempelai wanita, Rabu (19/11).
Meski dihajar banjir, rangkaian acara tetap dilanjutkan dan pasangan pengantin akhirnya berhasil melangsungkan akad mereka di tengah kondisi tak biasa tersebut.
Baca juga : Perkuat Lini Lapangan, Sebanyak 663 TPK Kota Kediri Jalani Orientasi untuk Dorong Penurunan Stunting
“Banjir mulai sekitar jam setengah tiga (02.30 WIB). Rencananya akad jam 06.30 WIB, tapi karena banjir ditunda ke jam 08.00 WIB. Ditunda lagi sampai waktu dhuhur,” tambah Sarini.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





