Dua Hari Panggung Budaya, Campursari Berkelas dan Jaranan Srijoyo Putro Guncang Kelurahan Gayam

Dua Hari Panggung Budaya: Campursari Berkelas dan Jaranan Srijoyo Putro Guncang Kelurahan Gayam
Dua Hari Panggung Budaya: Campursari Berkelas dan Jaranan Srijoyo Putro Guncang Kelurahan Gayam (Bidu)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Peringatan Hari Pahlawan di Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, tahun ini berubah menjadi perayaan budaya besar selama dua hari berturut-turut, 29–30 November 2025.

Gelaran dibuka melalui panggung campursari Laras Madya Ratri yang tampil megah pada Sabtu malam (29/11/2025). Deretan sinden berbakat, Diah Ayu, Indah Liana, Kiki Viona, Ratna, hingga Elin Saolin menghibur warga, ditambah penampilan bintang tamu Dwi Anifatul yang sukses memikat penonton.

Dukungan pencahayaan dari Sintya dan Wijaya Channel menjadikan panggung tampak elegan, menghadirkan suasana meriah namun tetap sarat nilai estetika dan filosofi Jawa.

Lurah Gayam Kusumowati, S.Sos., M.Si. menyampaikan bahwa rangkaian acara ini menjadi wujud penghormatan kepada para pahlawan sekaligus komitmen menjaga seni tradisi agar tetap hidup.

Baca juga : BPBD Kabupaten Kediri Evakuasi Jasad Anak Tenggelam di Sungai Brantas

“Ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah warisan budaya yang harus terus dirawat dan dihidupkan. Momentum Hari Pahlawan kami rayakan dengan seni sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang,” ujarnya.

Camat Mojoroto Abdul Rahman, bersama Kapolsek Mojoroto, turut hadir membuka kegiatan. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat Gayam yang selalu kompak dalam menjaga budaya.

“Acara ini mencerminkan kolaborasi antara pemerintah, tiga pilar, dan masyarakat. Melalui seni, perbedaan pendapat maupun keyakinan dapat disatukan demi visi yang sama untuk Gayam yang lebih maju dan sejahtera,” terangnya.

Baca juga : Realisasi APBN Kediri Raya Tembus Rp19,3 Triliun hingga Oktober 2025

Usai campursari, rangkaian akan dilanjutkan dengan pagelaran jaranan Srijoyo Putro di lokasi yang sama pada hari berikutnya. Dari musik campursari hingga hentakan gamelan jaranan, perayaan ini menjadi bukti bahwa tradisi bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan denyut budaya yang terus diwariskan lintas generasi. ****

Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D