Kasus HIV Remaja Terus Ditemukan, Namun Positivity Rate di Tulungagung Alami Penurunan

Kasus HIV Remaja Terus Ditemukan, Namun Positivity Rate di Tulungagung Alami Penurunan
Aksi simpatik yang dilakukan dalam rangka peringatan hari HIV/AIDS sedunia di Kabupaten Tulungagung (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Penyebaran HIV di Kabupaten Tulungagung kini tidak hanya didominasi kelompok usia produktif 25–49 tahun, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada kelompok usia remaja. Meski jumlah temuan kasus baru terus naik setiap tahun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mencatat positivity rate HIV justru mengalami tren penurunan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, menyampaikan bahwa kelompok usia produktif masih menjadi penyumbang terbesar kasus HIV. Namun, pihaknya kini memperkuat upaya deteksi dini pada remaja karena adanya peningkatan temuan kasus di kelompok tersebut.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Ia menjelaskan, jika sebelumnya penanggulangan HIV lebih banyak difokuskan pada kelompok pekerja seks komersial (PSK), kini perhatian diarahkan pada populasi remaja yang juga telah menunjukkan perilaku seksual aktif.

Baca juga : Proyek Revitalisasi Jalan Stasiun Kota Kediri Hampir Tuntas, Hadirkan Wajah Baru

“Ini bukan soal menilai negatif remaja, tetapi data menunjukkan ada kasus yang muncul. Maka harus segera diputus mata rantainya,” tegas Desi, Selasa (2/12/2025).

Berdasarkan data akumulasi, temuan kasus HIV pada remaja mencapai 524 kasus. Meski jumlah tersebut tergolong kecil dibanding total keseluruhan, persentasenya terus bertambah. Setiap tahun, 15–20 persen kasus baru berasal dari kelompok usia remaja.

Melihat perkembangan itu, Dinkes Tulungagung memperluas edukasi pencegahan HIV sejak dini melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman remaja sehingga mereka mampu menghindari perilaku berisiko.

“Jika paham cara mencegahnya, mereka akan lebih berhati-hati hingga dewasa,” ujarnya.

Baca juga : ATM Beras MAPAN Resmi Mengalir di Semampir, Kota Kediri, Sebanyak 107 Warga Terima Hak Perdana

Desi juga memaparkan bahwa jumlah kasus baru HIV sempat melonjak pada 2018 dengan 390 kasus, kemudian menurun selama pandemi 2020–2022 karena pembatasan aktivitas. Namun angka itu kembali naik pada 2024 dengan 395 kasus baru.

Meski temuan kasus baru meningkat, positivity rate HIV di Tulungagung justru terus menurun — dari 3,10 persen pada 2018 menjadi 1,01 persen per September 2025. Penurunan ini dipicu semakin luasnya cakupan tes dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan HIV.

“Jumlah tes yang terus bertambah menunjukkan skrining semakin masif. Ini penting untuk memecah fenomena gunung es dan memutus rantai penularan HIV,” tutup Desi.***

Reporter : Soleh Sirri

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *