Blitar, LINGKARWILIS.COM — Pemerintah Kota Blitar terus menggenjot upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mengoptimalkan potensi sektor pariwisata, khususnya wisata nonalam atau wisata buatan. Salah satu destinasi yang kini menjadi perhatian utama adalah Wisata Joko Pangon.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menyampaikan, Wisata Joko Pangon yang berlokasi di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, merupakan destinasi baru yang pembangunannya telah rampung dan diproyeksikan menjadi ikon wisata kota.
“Harapannya bisa memberikan kontribusi nyata. Kota Blitar dikenal sebagai kota jasa, perdagangan, dan pariwisata, sehingga pengelolaan wisata buatan juga harus dimaksimalkan,” ujar Syauqul Muhibbin, Senin (5/1/2026).
Baca juga : Dishub Kediri Berlakukan Jalan Stasiun Satu Arah dan Parkir Terpusat, Warga Balowerti Menolak
Wali kota yang akrab disapa Mas Ibin itu menjelaskan, selama proses pembangunan, Wisata Joko Pangon sepenuhnya didanai dari anggaran Pemerintah Kota Blitar.
Ke depan, pengembangan kawasan tersebut juga berpeluang mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, Pemkot Blitar saat ini aktif melakukan komunikasi dan lobi ke tingkat pusat.
“Keberadaan Wisata Joko Pangon menjadi bagian dari upaya menghadirkan destinasi wisata baru sekaligus jujugan bagi masyarakat dan wisatawan,” jelasnya.
Selain pengembangan wisata Joko Pangon, Mas Ibin juga menyinggung rencana pendirian Museum PETA yang hingga kini masih dalam tahap pemenuhan misi.
Meski belum sepenuhnya terealisasi, tahapan awal telah dilakukan dengan pendirian Museum PETA di kawasan Jalan S. Supriyadi. Tiga sekolah di sekitar lokasi juga telah direlokasi untuk mendukung rencana tersebut.
Baca juga : Persib Bandung Siap Pertahankan Rekor Positif Saat Bertandang ke Markas Persik Kediri
“Mudah-mudahan proses pendirian Museum PETA dapat berjalan lancar sesuai rencana,” imbuhnya.
Pemkot Blitar menegaskan, pengelolaan wisata buatan ke depan akan dilakukan secara profesional, bukan sekadar berjalan apa adanya. Dengan manajemen yang optimal serta dukungan fasilitas penunjang yang memadai, diharapkan wisatawan mendapatkan pengalaman berwisata yang sesuai harapan.
“Jika dikelola secara maksimal, bukan tidak mungkin tujuan utama untuk meningkatkan PAD Kota Blitar dapat tercapai,” pungkasnya. ***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin






