KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Pelaksanaan Mujahadah Kubro di Pondok Pesantren Kedunglo, Kota Kediri, menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang. Kehadiran ribuan jamaah yang memadati kawasan pesantren sejak pagi hingga malam hari turut menggerakkan perekonomian rakyat, dengan peningkatan omzet yang signifikan.
Sejak pagi, arus jamaah dari berbagai daerah terus berdatangan dan memadati area sekitar pondok. Momentum tersebut dimanfaatkan oleh para pedagang makanan, minuman, perlengkapan ibadah, hingga cenderamata religi yang membuka lapak di sepanjang akses jalan dan lingkungan pesantren.
Salah seorang pedagang minuman, Flerin, mengaku penjualannya meningkat tajam dibanding hari biasa. Ia menyebut, pendapatan yang biasanya hanya berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari, kini melonjak hingga mencapai Rp500 ribu.
“Alhamdulillah, hari ini pembeli ramai. Biasanya omzet tidak sampai segitu, sekarang bisa dua kali lipat,” ungkapnya, ,Sabtu (10/1/2026).
Tak hanya pedagang kaki lima, penjual busana muslim, aksesori, serta perlengkapan ibadah juga merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut. Sejumlah pedagang bahkan menyebut pendapatannya meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari normal.
Perpaduan suasana religius yang khusyuk dengan geliat aktivitas ekonomi menciptakan atmosfer yang hidup dan penuh keberkahan. Bagi masyarakat sekitar, Mujahadah Kubro tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum penting untuk meningkatkan penghasilan warga kecil.
Kegiatan Mujahadah Kubro di Pesantren Kedunglo kembali menegaskan peran strategis aktivitas keagamaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi umat sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin






