KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Aktivitas penumpang kereta api di Stasiun Kota Kediri di momen libur peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW terpantau berlangsung stabil dan kondusif. Hingga Jumat siang, arus kedatangan maupun keberangkatan penumpang masih berjalan normal tanpa lonjakan signifikan.
Meski demikian, terjadi peningkatan jumlah penumpang dibandingkan hari biasa. Namun kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan dapat diantisipasi dengan baik sehingga tidak berdampak pada operasional maupun kualitas pelayanan di stasiun.
Kepala Stasiun Kota Kediri, Sifion Aris Wibowo, menyampaikan bahwa lonjakan penumpang sementara tercatat pada Kamis, 15 Januari 2026. Pada hari tersebut, total pergerakan penumpang mencapai 2.843 orang, baik yang berangkat maupun yang tiba.
Baca juga : Produksi Ikan Hias Kabupaten Kediri 2025 Tembus Rp960,4 Miliar
“Berdasarkan data sejak Kamis kemarin, jumlah penumpang di Stasiun Kota Kediri mengalami peningkatan selama libur Isra Mi’raj. Puncaknya sementara terjadi pada Kamis dengan total 2.843 penumpang,” ujar Sifion, Jumat (16/1/2026).
Ia merinci, dari jumlah tersebut, penumpang yang berangkat terdiri atas 359 orang pengguna kereta kelas eksekutif, 805 penumpang kereta ekonomi, serta 1.679 penumpang kereta lokal.
Menurutnya, sebagian besar penumpang memilih bepergian pada Kamis malam guna memanfaatkan libur panjang selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat hingga Minggu. Meski demikian, potensi peningkatan arus balik pada Minggu mendatang tetap perlu diantisipasi.
“Banyak penumpang berangkat Kamis malam agar bisa menikmati libur penuh. Untuk arus balik, kemungkinan akan kembali meningkat pada hari Minggu,” jelasnya.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi Stasiun Kota Kediri tetap tertib dan nyaman. Ruang tunggu masih mencukupi, proses pemeriksaan tiket berjalan lancar, serta tidak terlihat antrean panjang maupun kendala operasional.
Baca juga : Pedagang Daging Sapi Kediri Keluhkan Omzet Merosot hingga 50 Persen, Salah Satunya Karena Pogram MBG
Sifion menambahkan, data volume penumpang tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring berlangsungnya masa libur Isra Mi’raj. Pihak stasiun memastikan akan terus melakukan pemantauan guna menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan para pengguna jasa kereta api.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin






