BATU, LINGKARWILIS.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batu memberikan pandangan atas pelaksanaan mutasi dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus upaya meningkatkan efektivitas kinerja birokrasi.
Ketua MUI Kota Batu, Abdulloh Tohir, menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan mekanisme yang lazim dalam sistem pemerintahan, selama dilaksanakan secara profesional, objektif, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“MUI memandang mutasi pejabat sebagai ikhtiar memperbaiki tata kelola pemerintahan. Harapannya, pejabat yang mendapat amanah baru mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta menjunjung nilai kejujuran dan keadilan,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Baca juga : Mahasiswa KKN UNP Kediri Siapkan 10 Program di Kelurahan Banjaran, Salah Satunya Urban Farming
Ia menambahkan, setiap jabatan publik mengandung tanggung jawab moral dan etika yang besar. Jabatan tidak hanya dimaknai sebagai posisi struktural, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Pejabat yang dilantik diharapkan dapat menjadi teladan, bekerja secara profesional, menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mengutamakan kemaslahatan umat dan kepentingan masyarakat luas,” lanjutnya.
MUI Kota Batu juga berharap, mutasi ini mampu membawa dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan daerah, serta terpeliharanya stabilitas sosial dan kehidupan keagamaan di Kota Batu.
Selain itu, MUI menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Batu dalam menjaga persatuan, keharmonisan, dan mendukung program pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Baca juga : Kinerja APBN Kediri Raya 2025 Tetap Stabil hingga Tutup Tahun, Ini Infonya
“Kami meyakini kepala daerah tentu telah memiliki pertimbangan dan keyakinan yang matang dalam melakukan mutasi pejabat di lingkungan Pemkot Batu,” tutupnya.
Sebagaimana diketahui, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Batu sebelumnya dipimpin langsung oleh Wali Kota Batu di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, sebagai bagian dari percepatan kinerja pemerintahan daerah.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin





