Harga Cabai Rawit Tembus Rp 55 Ribu per Kilogram, Petani Kediri Kembali Tersenyum

Harga Cabai Rawit Tembus Rp55 Ribu per Kilogram, Petani Kediri Kembali Tersenyum
Petani cabai di Kabupaten Kediri (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Harga cabai rawit di Kabupaten Kediri kembali merangkak naik dan kini menyentuh Rp55.000 per kilogram, setelah sempat anjlok hingga Rp27.000 per kilogram di awal tahun. Kenaikan harga ini terjadi pada pekan keempat Januari 2026 dan memberi angin segar bagi petani, meski cuaca ekstrem masih melanda.

Kondisi tersebut diperkirakan akan berlanjut hingga menjelang bulan puasa pada pertengahan Februari 2026. Meski dibayangi serangan virus kuning, kualitas cabai di sejumlah sentra produksi di Kabupaten Kediri dilaporkan tetap terjaga.

bayar PBB Kota Kediri

Salah satu petani cabai di Kecamatan Ringinrejo, Mariam (50), mengatakan saat ini belum memasuki masa panen raya. Panen raya cabai di Kediri diperkirakan baru terjadi pada Februari hingga Maret 2026. Ia berharap tren kenaikan harga terus berlanjut hingga menjelang Hari Raya Idulfitri agar petani benar-benar merasakan hasil dari jerih payah mereka.

Baca juga : Taman IPLT Campurejo Diresmikan, Kota Kediri Siap Operasikan Pengolahan Lumpur Tinja Maret 2026

“Sekarang pasokan cabai ke pasar-pasar di Kediri masih mencukupi dari wilayah sendiri. Tapi dengan harga Rp55.000 per kilogram, permintaan dari luar daerah juga tinggi. Pengiriman bisa sampai tiga kali dalam seminggu karena kualitas cabai Kediri bagus,” ujarnya.

Mariam yang telah belasan tahun menekuni budidaya cabai mengaku sudah terbiasa menghadapi fluktuasi harga. Ia memilih benih cabai yang tahan hama agar kualitas panen tetap terjaga. Dari lahan seluas sekitar 250 ru, ia bisa memanen dua hingga tiga kali dalam sepekan dengan hasil sekitar 75 kilogram setiap kali petik.

“Menanam cabai itu harus paham betul perawatannya sejak awal tanam sampai panen. Kalau perawatannya benar, hasilnya juga bagus,” imbuhnya.

Baca juga : Pembangunan Pasar Ngadiluwih Dikebut, Pemkab Kediri Target Rampung Akhir Januari 2026

Untuk pemasaran, Mariam memilih menjual hasil panen langsung ke pasar tanpa melalui pengepul. Menurutnya, cara tersebut lebih praktis sekaligus memudahkan petani memantau langsung perkembangan harga di pasaran.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4Dsitus toto