KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri meningkatkan pengawasan terhadap kondisi sejumlah waduk di wilayahnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyusutan debit air akibat cuaca kering yang berkepanjangan.
Melalui Bidang Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA), Dinas PUPR terus melakukan pemantauan volume air di berbagai waduk agar kondisinya tetap terkendali selama musim kemarau.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Ir. Irwan Chandra, melalui staf Bidang PSDA, Mohamad Rofig, menjelaskan bahwa penyusutan volume air merupakan fenomena yang lazim terjadi saat musim kemarau. Hal itu dipengaruhi oleh tingginya tingkat penguapan serta proses peresapan air ke dalam tanah.
“Pada musim kemarau, debit air memang cenderung berkurang akibat penguapan dan infiltrasi ke dalam tanah. Namun kondisi tersebut juga menjadi bagian dari fungsi waduk sebagai kawasan konservasi dan pengisian kembali cadangan air tanah,” jelas Rofig.
Menurutnya, waduk memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan sumber daya air, tidak hanya sebagai penampung air, tetapi juga sebagai sarana konservasi untuk mempertahankan kelembapan tanah di sekitarnya.
Rofig menambahkan, apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang hingga akhir tahun, volume air di sejumlah waduk berpotensi mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan beberapa waduk mengalami kekeringan sementara hingga kembali terisi saat musim hujan tiba.
Meski demikian, Dinas PUPR Kabupaten Kediri terus melakukan monitoring secara berkala untuk memantau perkembangan kondisi waduk dan memastikan fungsinya tetap berjalan dengan baik.
Baca juga : Gaji ke-13 ASN Pemkab Kediri Cair, Total Anggaran Capai Rp42,5 Miliar
“Kami terus melakukan pengawasan dan pemantauan agar kondisi waduk tetap terjaga selama musim kemarau,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebagian besar waduk yang ada di Kabupaten Kediri merupakan waduk lapangan dengan luas kurang dari satu hektare dan kapasitas tampungan air yang relatif terbatas. Kondisi tersebut berbeda dengan embung yang memiliki luas lebih dari empat hektare dengan kedalaman mencapai lebih dari enam meter sehingga daya tampung airnya jauh lebih besar.
Dengan pemantauan yang dilakukan secara rutin, Dinas PUPR Kabupaten Kediri berharap kondisi waduk tetap terkendali dan mampu menjalankan fungsi konservasi serta mendukung keberlangsungan sumber daya air di tengah musim kemarau.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor: Hadiyin





