Jelang Ramadan, Omzet Pedagang Bunga Sekar di Kediri Tembus Rp 1 Juta per Hari

Jelang Ramadan, Omzet Pedagang Bunga Sekar di Kediri Tembus Rp 1 Juta per Hari
Momen Datangnya Bulan Ramadan Menjadi Rezeki Dadakan, Omset Pedagang Bunga Sekar Mencapai Rp 1 Juta per Hari (Ely)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Momentum datangnya bulan suci Ramadan membawa berkah bagi pedagang bunga sekar musiman di Kota Kediri. Tradisi ziarah makam yang rutin dilakukan masyarakat menjelang Ramadan turut mendongkrak penjualan, dengan omzet harian yang bisa mencapai Rp 1 juta.

Lapak pedagang bunga terlihat berjejer di sepanjang Jalan Pattimura, tepatnya di depan Pasar Setono Betek. Stan sederhana tersebut ditata di tepi jalan untuk memudahkan peziarah membeli bunga tanpa harus turun dari kendaraan.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Ziarah makam menjelang Ramadan kembali menjadi pemandangan yang lazim di berbagai sudut kota. Warga memanfaatkan waktu ini untuk mendoakan keluarga dan kerabat yang telah meninggal dunia sebelum memasuki bulan penuh berkah. Selain menghadirkan nuansa religius, aktivitas tersebut juga menggerakkan perekonomian masyarakat.

Rudi, pedagang bunga asal Nganjuk, mengaku rutin berjualan di Kediri setiap menjelang Ramadan. Ia bersama sejumlah rekannya datang dari luar daerah untuk memanfaatkan momen tahunan tersebut.

Baca juga : Pemkab Kediri Jamin Stok Pangan Aman Selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H

“Biasanya kami berjualan sekitar empat hari sebelum Ramadan. Lokasinya di Jalan Pattimura depan Pasar Setono Betek karena strategis dan ramai. Pembeli juga bisa langsung membeli dari atas kendaraan,” ujarnya.

Menurutnya, sejak hari pertama berjualan, jumlah pembeli sudah cukup banyak. Rata-rata pendapatan per hari berkisar Rp700 ribu hingga Rp1 juta. Menjelang dua hari terakhir sebelum Ramadan, peningkatan pembeli biasanya semakin signifikan.

“Alhamdulillah, Ramadan membawa berkah bagi kami. Tidak hanya warga Kediri, kami dari luar daerah juga ikut merasakan manfaatnya. Warganya ramah dan kotanya selalu membuat kangen,” tuturnya.

Baca juga : Jam Kerja ASN Pemkab Kediri Selama Puasa Berkurang

Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi ziarah jelang Ramadan tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata. Kehadiran pedagang musiman turut menciptakan perputaran ekonomi lokal sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.***

Reporter: Agus Ely Burhan

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *