Kediri, LINGKARWILIS.COM – Harga cabai di Kota Kediri dan sekitarnya terus merangkak naik sepanjang Februari 2026, bertepatan dengan momentum Ramadan. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang kini menembus Rp115.000 per kilogram di tingkat pedagang pasar tradisional.
Pantauan di Pasar Ngaglik, Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, menunjukkan perubahan harga yang berlangsung cepat, bahkan dalam hitungan jam. Kondisi ini dikeluhkan pedagang maupun pembeli karena berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga dan biaya produksi usaha kuliner.
Sumiati, salah satu pedagang di Pasar Ngaglik, mengaku kesulitan mengikuti fluktuasi harga yang terus bergerak naik.
Baca juga : Satlantas Polres Kediri Kota Intensifkan Patroli Obyek Vital dan Tertibkan Parkir Liar
“Harga cabe terus naik, selisih jam sudah berubah harga,” ujarnya, Minggu (22/02).
Rincian Harga Cabai di Kediri
Berikut daftar harga terbaru sejumlah jenis cabai:
-
Cabai Rawit Merah A: Rp115.000/kg
-
Cabai Rawit Merah B: Rp112.000/kg
-
Cabai Merah Keriting: Rp35.000–Rp41.250/kg
-
Cabai Merah Besar: Rp40.000–Rp40.750/kg
-
Cabai Hijau Besar: Rp50.000/kg
Berdasarkan perbandingan harga sebelumnya:
-
Cabai Merah Besar: Rp40.750 (turun Rp500 dari Rp41.250)
-
Cabai Merah Keriting: Rp41.250 (stabil)
-
Cabai Rawit Merah: Rp115.000 (naik Rp10.000 dari Rp105.000)
Lonjakan tertinggi terjadi pada cabai rawit merah yang mengalami kenaikan Rp10.000 per kilogram. Komoditas ini pun menjadi salah satu penyumbang utama tekanan harga bahan pangan di pasar tradisional.
Kenaikan tersebut turut memukul pelaku usaha kuliner, pedagang gorengan, hingga konsumen rumah tangga. Sejumlah pedagang makanan mengaku harus mengurangi penggunaan cabai atau menyesuaikan harga jual agar tetap bertahan. Sementara konsumen memilih membeli dalam jumlah lebih sedikit untuk menekan pengeluaran.
Baca juga : Perum Perhutani KPH Kediri Perkuat Komitmen Kerja Sama Melalui Penandatanganan Kontrak TAD Tahap I 2026
Tingginya permintaan selama Ramadan disebut menjadi salah satu pemicu kenaikan harga. Konsumsi rumah tangga yang meningkat membuat pasokan cepat terserap pasar. Di sisi lain, distribusi dari daerah sentra produksi tidak lagi seoptimal awal Januari 2026 saat pasokan masih melimpah.
Jika lonjakan permintaan tidak diimbangi ketersediaan stok yang memadai, fluktuasi harga diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Para pedagang berharap suplai dari daerah penghasil segera kembali normal agar harga dapat stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin






