Wakil Ketua DPW Gelora Jatim, Astocha Wahju Rahardjo yang memimpin agenda tersebut mengatakan, pertemuan dengan lima pengurus DPD ini merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi dengan seluruh DPD di Jawa Timur sebagai wadah penguatan internal partai.
“Dalam pertemuan ini kami berdiskusi dalam rangka aktivasi kognitif tentang wawasan kebangsaan dan wawasan geopolitik semua kader Gelora, khususnya pengurus di setiap DPD,” ujarnya.
Diskusi pengurus Gelora tersebut juga menyoroti dinamika geopolitik global saat ini. Menurut Astocha, Indonesia yang masih dianggap sebagai kekuatan kecil di panggung internasional kerap hanya menjadi pengamat dalam konflik besar dunia, seperti ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
“Namun sangat mungkin bangsa Indonesia ini nantinya menjadi superpower berikutnya,” tambahnya.
Baca juga : Bantuan Sumur Bor Polres Kediri Disambut Antusias Warga Gurah
Astocha juga mengaitkan kondisi geopolitik modern dengan sejarah awal kenabian Muhammad. Ia mencontohkan bagaimana pada masa awal dakwah, jumlah pengikut Nabi Muhammad hanya sekitar 40 orang ketika terjadi konflik besar antara Imperium Romawi dan Imperium Persia.
“Saat itu Muhammad dan 40 kadernya adalah kekuatan kecil yang dianggap tidak ada. Mereka hanya bisa menyaksikan tanpa bisa ikut campur. Tetapi 20 tahun kemudian, imperium-imperium raksasa itu justru kalah oleh kekuatan baru yang dibangun Muhammad dan para pengikutnya. Selama sekitar 1.300 tahun kemudian menjadi super power tunggal,” jelasnya.
Ia berharap para pengurus DPD Gelora di tingkat wilayah maupun daerah semakin mantap mengambil peran sebagai bagian dari anak bangsa yang berkontribusi meningkatkan posisi Indonesia di kancah global.
Menurutnya, Indonesia berpotensi duduk sejajar dengan lima besar kekuatan dunia sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945, yakni turut menjaga perdamaian dunia berdasarkan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Sekretaris DPW Gelora Jatim Doddy Eka Putra serta Bendahara DPW Gelora Jatim Zaenul Fitri.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa setelah azan Magrib berkumandang.***





