TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM – Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, arus lalu lintas di wilayah Tulungagung mengalami peningkatan signifikan, terutama di kawasan perkotaan. Meski demikian, arus menuju destinasi wisata justru terpantau relatif lenggang.
Beberapa titik dengan volume tertinggi antara lain Jalan Panglima Sudirman, Jalan Mayor Sujadi, Jalan Ki Mangun Sarkoro, hingga Jalan Patimura yang mencatat angka paling tinggi.
Meski volume kendaraan meningkat, kondisi lalu lintas secara umum masih terkendali. Kepadatan hanya terjadi di titik tertentu seperti Simpang Tiga Jetaan dan Simpang Empat Cuwiri, terutama pada waktu sore hari serta momen H-1 dan H+1 Lebaran.
Baca juga : Seniman Jaranan Kediri Juga Mengadu ke Wali Kota, Tuntut Evaluasi hingga Pencopotan Kadisbudparpora
Untuk mengantisipasi kemacetan, petugas Satlantas melakukan rekayasa lalu lintas di lapangan, termasuk pengaturan arus kendaraan dan penyesuaian durasi lampu lalu lintas. Salah satunya di Simpang Tiga Jetaan, di mana durasi lampu dari arah tertentu ditambah hingga 50 detik.
“Upaya ini cukup efektif untuk mengurai kepadatan sehingga arus lalu lintas tetap bergerak dan tidak terjadi kemacetan,” jelasnya.
Selain kawasan perkotaan, petugas juga memantau jalur wisata, khususnya Jalur Lintas Selatan (JLS). Namun, hasil pemantauan menunjukkan bahwa kawasan wisata seperti Pantai Gemah, Pantai Popoh, hingga Mulyosari tidak mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan.
Baca juga : OJK Kediri Tuntaskan GERAK Syariah Ramadan 2026, Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan
Menurut Taufik, tren masyarakat pada Lebaran tahun ini lebih banyak dimanfaatkan untuk bersilaturahmi di dalam kota dibandingkan bepergian ke tempat wisata.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





