Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Ponorogo mulai menyusun langkah strategis untuk mengisi sejumlah jabatan kosong di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD). Proses tersebut direncanakan akan segera berjalan dalam waktu dekat, menyusul telah terisinya posisi Sekretaris Daerah (Sekda) secara definitif.
Sekda Ponorogo, Agus Sugiarto, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan terhadap posisi jabatan yang belum terisi. Langkah ini dinilai penting sebagai dasar dalam menentukan skema pengisian melalui mutasi maupun seleksi terbuka (selter).
“Pemetaan ini menjadi acuan agar pengisian jabatan nantinya sesuai kebutuhan organisasi dan mampu meningkatkan kinerja OPD secara maksimal,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan, sejumlah OPD masih dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt). Beberapa di antaranya yakni BPPKAD, DLH, Dinsos PPPA, DPMPTSP, Bapperida, hingga Dispendukcapil.
Baca juga : Kisah Inspiratif JCH Tertua Ponorogo, Siti Robiah Berangkat Haji dari Hasil Jual Arang
Tak hanya itu, jabatan strategis lain juga masih kosong, seperti Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, serta posisi Direktur PUDAM Tirta Katong dan Direktur RSUD dr Harjono.
Agus menegaskan, pengisian jabatan tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Pemkab Ponorogo tetap mengedepankan prosedur dan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), terlebih kondisi pemerintahan saat ini masih dipimpin oleh pelaksana tugas bupati.
“Prosesnya tetap mengikuti aturan, termasuk melalui manajemen talenta dan assessment. Kami akan segera menyusun jadwal agar kekosongan jabatan ini bisa segera terisi,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengisyaratkan bahwa rotasi jabatan akan segera dilakukan. Pergeseran tersebut tidak hanya menyasar pejabat eselon II, tetapi juga hingga tingkat kepala bidang.
Menurutnya, hasil assessment terhadap ratusan aparatur sipil negara (ASN) yang telah dilakukan sebelumnya akan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan posisi jabatan sesuai kompetensi.
Baca juga : Camat Mojoroto Instruksikan Gerakan “Joglangan” untuk Tekan Volume Sampah di Kota Kediri
“Setelah mutasi, akan dilanjutkan dengan lelang jabatan untuk mengisi kekurangan di eselon II. Semua disiapkan agar penempatan benar-benar sesuai kapasitas masing-masing,” tandasnya.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kinerja birokrasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan publik di Kabupaten Ponorogo.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin






