Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai mematangkan persiapan pemberangkatan jemaah haji tahun 2026. Sebanyak 29 armada bus telah disiapkan untuk mengantar sekaligus menjemput ribuan jemaah asal Tulungagung menuju dan dari Asrama Haji.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Tulungagung, Makrus Manan, mengatakan pemberangkatan jemaah haji dijadwalkan berlangsung pada 17 dan 18 Juni 2026. Para jemaah tergabung dalam Kloter 102, 103, 104, dan 105 dengan jadwal keberangkatan mulai pukul 16.00 WIB.
Menurut Makrus, total terdapat 1.167 jemaah haji asal Tulungagung yang dipastikan siap berangkat ke Tanah Suci. Seluruh dokumen administrasi seperti paspor dan visa juga telah rampung diproses.
Baca juga : Perkuat Ketahanan Pangan, Mas Dhito Dampingi Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Yonif TP di Kediri
“Secara kelengkapan dokumen sudah siap semua, mereka siap diberangkatkan sesuai jadwal pada 17 dan 18 Juni 2026,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Untuk mendukung kelancaran transportasi, Pemkab Tulungagung menyediakan 29 unit bus yang akan digunakan mengangkut seluruh rombongan jemaah. Penggunaan satu perusahaan otobus (PO) dipilih guna mempermudah koordinasi dan pengelolaan armada selama proses pemberangkatan maupun kepulangan.
Makrus menegaskan, fasilitas transportasi tersebut tidak hanya digunakan saat keberangkatan, tetapi juga saat pemulangan jemaah usai menunaikan ibadah haji.
“Kami telah menyiapkan 29 bus untuk 29 rombongan, baik saat pemberangkatan maupun kepulangan jemaah haji,” jelasnya.
Selain armada transportasi, Pemkab Tulungagung juga menyiapkan lima Petugas Haji Daerah (PHD) yang akan mendampingi jemaah selama pelaksanaan ibadah haji. Lima petugas tersebut terdiri dari tiga tenaga kesehatan, satu unsur perguruan tinggi, dan satu tokoh agama.
Baca juga : Sengketa Tiga Pekerja di Tulungagung Masuk Tahap Klarifikasi, Perusahaan Diminta Bayar Hak
Untuk mendukung tugas para PHD, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 juta atau rata-rata Rp20 juta per petugas. Nilai tersebut mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp150 juta.
“Tahun ini anggaran sekitar Rp100 juta karena adanya efisiensi,” pungkas Makrus.***
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor :Hadiyin






