Pengawas Lapangan BBPJN Jatim-Bali, Osky Ardianto, menjelaskan bahwa tahap awal pekerjaan diawali dengan pembongkaran seluruh struktur utama jembatan, termasuk abutment atau struktur penyangga di kedua sisi jembatan. Setelah itu, akan dilakukan pemasangan fondasi baru menggunakan metode strauss pile sebagai penopang utama konstruksi.
“Seluruh struktur lama kami bongkar terlebih dahulu. Setelah itu akan dipasang empat pilar strauss pile yang menjadi fondasi baru jembatan,” ujar Osky.
Menurutnya, proses pembongkaran diperkirakan memakan waktu sekitar satu pekan sebelum pekerjaan fondasi dimulai. Empat pilar fondasi baru tersebut dirancang untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.
Baca juga : Satpol PP Kota Kediri Tingkatkan Kapasitas Personel, Gandeng Brimob dan Bea Cukai
Osky menjelaskan, keputusan melakukan rehabilitasi total diambil setelah hasil kajian teknis menunjukkan kondisi konstruksi Jembatan Gondang sudah berada pada kategori kritis. Pilar fondasi lama diketahui mengalami korosi cukup parah akibat tergerus arus sungai dan faktor usia.
Jembatan tersebut telah beroperasi selama lebih dari lima dekade tanpa perbaikan konstruksi besar pada bagian fondasinya.
“Hasil evaluasi teknis menunjukkan kondisi jembatan sudah memasuki fase kritis. Jika tidak segera diperbaiki, usia layan jembatan diperkirakan hanya tersisa sekitar lima tahun,” ungkapnya.
Melalui pembangunan fondasi baru, BBPJN menargetkan Jembatan Gondang dapat kembali beroperasi dengan usia teknis hingga 50 tahun ke depan. Konstruksi yang dibangun juga telah mempertimbangkan perkembangan beban lalu lintas, termasuk kendaraan bertonase tinggi yang melintas di jalur tersebut.
Meski dilakukan penguatan struktur secara menyeluruh, desain fisik jembatan tidak akan mengalami perubahan. Panjang jembatan tetap dipertahankan sekitar 22 meter dan tidak dilakukan pelebaran.
Baca juga : Penutupan Jembatan Kaliombo Selama Tujuh Bulan, Satlantas Kediri Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
“Fokus pekerjaan ini adalah memperkuat konstruksi jembatan agar lebih aman dan tahan lama. Dimensi jembatan tetap sama seperti sebelumnya,” jelas Osky.
Untuk mendukung proyek tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dengan perbaikan ini, diharapkan Jembatan Gondang dapat kembali memberikan layanan transportasi yang aman dan andal bagi masyarakat serta mendukung kelancaran mobilitas di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





