BATU, LINGKARWILIS.COM – Kasus penemuan jasad pria di aliran Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kota Batu, yang hingga kini belum terungkap, kembali menjadi perhatian serius jajaran Satreskrim Polres Batu. Perkara tersebut kini masuk dalam daftar prioritas penanganan Kasat Reskrim Polres Batu yang baru, AKP Zaenal Arifin.
Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto melalui AKP Zaenal Arifin menegaskan, kasus tersebut menjadi salah satu perkara yang mendapat perhatian luas dari masyarakat sehingga perlu penanganan secara maksimal. Usai resmi menjabat, AKP Zaenal mengaku langsung melakukan inventarisasi terhadap seluruh perkara yang masih menjadi tunggakan penyidikan.
Dari sejumlah kasus yang ada, penemuan mayat di Sungai Clumprit menjadi salah satu fokus utama yang akan ditangani. “Saat ini saya sedang menginventarisasi perkara-perkara yang masih menjadi tunggakan. Fokus kami adalah kasus-kasus yang menjadi atensi masyarakat, salah satunya penemuan mayat di Sungai Clumprit, Temas,” ujar AKP Zaenal Arifin, Jumat (5/6/2026).
Baca juga : BRIN Pilih Kota Batu sebagai Tuan Rumah Workshop Pertanian Modern Berbasis Riset
Korban diketahui berinisial KHK, seorang mahasiswa Program Doktor (S3) Biologi Universitas Brawijaya (UB). Jasad korban ditemukan dalam kondisi membusuk oleh seorang pemancing di aliran sungai pada November 2025 lalu. Sejak penemuan tersebut, penyidik Satreskrim Polres Batu telah melakukan berbagai langkah penyelidikan guna mengungkap penyebab kematian korban dan mencari fakta-fakta yang dapat mengungkap peristiwa tersebut secara terang.
Berbagai upaya yang telah dilakukan meliputi olah tempat kejadian perkara (TKP), autopsi jenazah, hingga pemeriksaan terhadap puluhan saksi yang dinilai memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.
“Serangkaian penyelidikan telah dilakukan, mulai dari olah TKP, autopsi, hingga pemeriksaan saksi-saksi. Total sebanyak 46 saksi telah dimintai keterangan,” jelasnya. Saksi yang diperiksa terdiri dari warga yang pertama kali menemukan korban, anggota keluarga, teman dekat korban, hingga sejumlah pihak lain yang dianggap memiliki informasi terkait peristiwa tersebut.
Selain pemeriksaan saksi, polisi juga melakukan pencarian barang bukti yang diduga milik korban. Salah satu temuan penting adalah sepeda motor korban yang ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi ditemukannya jasad, mengikuti arah aliran sungai. “Pencarian barang bukti juga terus dilakukan. Salah satu yang berhasil ditemukan adalah sepeda motor korban yang berada sekitar 200 meter dari lokasi penemuan jasad,” terangnya.
Dalam proses penyelidikan, Satreskrim Polres Batu turut melibatkan sejumlah pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), guna membantu pencarian dan penelusuran di sekitar lokasi kejadian. Meski berbagai langkah telah ditempuh, AKP Zaenal mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan kasus tersebut belum menemukan titik terang.
Baca juga : Wawali Batu Beri Dukungan untuk Persikoba, Peluang Lolos Masih Terbuka
Karena itu, pihaknya saat ini tengah melakukan analisa dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh hasil penyelidikan yang telah dilakukan. “Saat ini penyelidikan masih berjalan dan memang ada beberapa kendala yang harus dipecahkan. Tugas kami adalah mencari solusi atas kendala tersebut agar perkara ini dapat terungkap secara jelas,” tegasnya.
Menurutnya, hasil autopsi serta seluruh data penyelidikan yang telah terkumpul akan dipelajari kembali sebagai dasar untuk menentukan langkah lanjutan dalam pengungkapan kasus tersebut.
“Kami sedang melakukan analisa dan evaluasi terhadap seluruh hasil penyelidikan, termasuk mempelajari hasil autopsi. Dari situ akan ditentukan langkah berikutnya untuk membuat perkara ini menjadi terang,” pungkasnya.
Masyarakat Kota Batu berharap dengan kepemimpinan Kasat Reskrim yang baru, misteri kematian KHK yang telah menjadi perhatian publik selama berbulan-bulan dapat segera terungkap dan memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban. ***
Reporter : Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin





