TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM** β Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai mengambil langkah penanganan terhadap kerusakan dua ruang kelas di SDN 1 Babadan, Kecamatan Karangrejo.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah penyediaan tenda darurat sebagai lokasi sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi para siswa. Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung terkait rencana pemasangan tenda darurat di lingkungan sekolah tersebut.
Menurutnya, tenda akan difungsikan sebagai ruang belajar sementara selama proses pembangunan ruang kelas yang rusak berlangsung. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Namun, pemasangan tenda darurat kemungkinan dilakukan setelah libur ujian sekolah agar tidak mengganggu pelaksanaan ujian yang saat ini masih berlangsung,” ujarnya.
Baca juga :Β Harganas 2026, Ratusan Warga Kabupaten Kediri Antusias Ikuti Program KB Mantap di RSUD SLG
Sudarmaji menjelaskan, tenda yang akan dipasang berukuran 6 x 12 meter dan telah disiapkan untuk menunjang aktivitas pembelajaran. Ia juga memastikan bahwa penggunaan tenda darurat tidak akan mengganggu kesiapsiagaan BPBD dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Tulungagung.
“Kami siap memasang tenda dan tinggal menunggu permintaan resmi dari pihak sekolah agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta jumlah siswa,” katanya. Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Tulungagung, Dwi Teguh Prasetya, menyampaikan bahwa saat ini siswa SDN 1 Babadan masih menjalani ujian sekolah.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, sebagian siswa mengikuti ujian di musala dan perpustakaan sekolah. Adapun siswa kelas VI telah menyelesaikan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Menurut Dwi Teguh, pemasangan tenda darurat masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak sekolah dan diperkirakan dilakukan bersamaan dengan dimulainya pembangunan ruang kelas.
Baca juga :Β Perkuat Sinergitas, Polres Kediri Gelar Lomba Menembak Antar Forkopimcam
“Dengan adanya tenda darurat, kegiatan belajar mengajar diharapkan tetap berjalan lancar selama proses pembangunan berlangsung,” jelasnya. Ia menambahkan, SDN 1 Babadan saat ini memiliki 63 siswa.
Berdasarkan perhitungan kebutuhan, sedikitnya dua unit tenda darurat diperlukan untuk menampung seluruh peserta didik agar proses pembelajaran tetap efektif dan nyaman. “Paling tidak dibutuhkan dua tenda darurat untuk menampung seluruh siswa selama pembangunan ruang kelas berlangsung,” pungkasnya. ***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin