Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Puluhan siswa Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo mulai meninggalkan asrama dan kembali ke rumah masing-masing untuk menikmati masa libur akhir semester. Libur berlangsung selama dua pekan, terhitung mulai 21 Juni hingga 5 Juli 2026.
Momen tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk berkumpul kembali dengan keluarga setelah menjalani aktivitas belajar dan pembinaan di lingkungan asrama selama satu semester terakhir.
Wakil Kepala Kesiswaan Sekolah Rakyat Ponorogo, Venus Ihsa Mukhofi, menjelaskan bahwa selain menerima masa libur, para siswa juga memperoleh laporan hasil belajar atau rapor yang diserahkan kepada orang tua masing-masing.
Menurutnya, proses pengambilan rapor tidak hanya menjadi agenda evaluasi akademik, tetapi juga diisi dengan kegiatan parenting bagi orang tua siswa. Melalui kegiatan tersebut, sekolah menyampaikan perkembangan karakter, kedisiplinan, dan kebiasaan positif yang telah dibangun selama siswa menempuh pendidikan di asrama.
Baca juga : Sebanyak 1.319 Petugas Sensus Ekonomi Mulai Bertugas, BPS Ponorogo Petakan Kondisi Ekonomi Warga
“Orang tua juga mengikuti kegiatan parenting saat pengambilan rapor. Kami menyampaikan perkembangan siswa selama berada di sekolah, mulai dari kebiasaan bangun pagi, salat berjamaah, hingga kedisiplinan dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Meski berada di rumah selama masa liburan, para siswa tetap didorong untuk menjalankan kegiatan yang produktif. Pihak sekolah telah menyiapkan jurnal aktivitas yang wajib diisi sebagai bentuk pemantauan kegiatan siswa selama libur semester.
Jurnal tersebut mencakup aktivitas pembelajaran mandiri, kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal, hingga berbagai aktivitas yang dapat mendukung pembentukan karakter dan kemandirian siswa.
“Selama masa libur, siswa tetap memiliki tugas yang harus diselesaikan. Kami ingin mereka tetap produktif dan memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat,” tambah Venus.
Sebelum meninggalkan asrama, seluruh siswa juga diwajibkan memastikan kamar tidur dan ruang kelas dalam kondisi bersih, rapi, dan tertata. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembiasaan hidup disiplin yang diterapkan di lingkungan sekolah.
Khusus bagi siswa laki-laki, pihak sekolah juga meminta mereka merapikan rambut sebelum kembali ke rumah agar tetap menjaga kerapian dan kebersihan diri.
“Beberapa hari sebelum libur, siswa laki-laki kami minta untuk memotong rambut agar tetap tampil rapi saat bertemu keluarga di rumah,” jelasnya.
Baca juga : Komisi I DPRD Kabupaten Kediri Dorong Pilkades 47 Desa Tetap Digelar Akhir 2026
Bagi para siswa, masa liburan menjadi momen yang paling dinantikan. Salah satunya dirasakan oleh Gebyar Firdaus, siswa kelas X SMA asal Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung.
Selama tinggal di asrama, komunikasi dengan keluarga lebih sering dilakukan melalui panggilan video. Karena itu, kesempatan pulang selama dua pekan menjadi waktu berharga untuk melepas rindu dan berkumpul bersama orang tua.
“Kalau pulang memang tidak sering. Biasanya kalau ada izin hanya satu atau dua hari. Jadi saya sangat senang akhirnya bisa pulang dan bertemu keluarga,” ungkap Gebyar.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga penguatan karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta pembiasaan nilai-nilai sosial dan keagamaan. Karena itu, meskipun memasuki masa libur, siswa tetap diarahkan untuk menjaga rutinitas positif yang telah dibangun selama mengikuti pendidikan di sekolah.***
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin





