Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mempercepat pembangunan infrastruktur guna meningkatkan konektivitas antarwilayah. Hingga pertengahan 2026, sekitar 65 persen ruas jalan di Kabupaten Lamongan telah berada dalam kondisi baik.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat meresmikan ruas jalan poros Maindu–Blawirejo di Kecamatan Kedungpring, Kamis (2/7/2026).
Ruas jalan sepanjang 1,6 kilometer itu direkonstruksi melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lamongan dan swadaya masyarakat, termasuk kontribusi diaspora asal Desa Maindu. Sinergi tersebut menjadi wujud semangat gotong royong dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena memiliki peran penting dalam memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : PT Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi di Lamongan Aman, Dukung Target Swasembada Pangan
“Alhamdulillah, saat ini sekitar 65 persen ruas jalan di Kabupaten Lamongan sudah dalam kondisi baik. Ke depan, pembangunan akan terus kami lanjutkan melalui program Jamula Mantap dengan memprioritaskan jalan-jalan poros yang menjadi penghubung antarwilayah, seperti ruas Pucuk–Laren dan Mantup–Sambeng,” ujar Pak Yes.
Selain peningkatan kualitas jalan, Pemkab Lamongan juga berupaya memperkuat aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan melalui program Lamongan Menyala.
Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan pemasangan 10 ribu titik lampu penerangan jalan umum (PJU) di berbagai wilayah Kabupaten Lamongan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Program itu ditargetkan mulai direalisasikan paling cepat pada akhir 2026.
“Selain jalan yang baik, masyarakat juga membutuhkan penerangan yang memadai. Melalui program Lamongan Menyala, insyaallah paling cepat akhir tahun ini kami mulai memasang 10 ribu titik lampu penerangan jalan melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha, sehingga aktivitas masyarakat pada malam hari menjadi lebih aman dan nyaman,” tambahnya.
Baca juga : Sinergi KPPN Kediri Bersama Satuan Kerja Wujudkan Zona Integritas
Sementara itu, perwakilan diaspora Desa Maindu, Imam Mawardi, menilai pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, para perantau memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan kampung halaman, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun program pemberdayaan masyarakat.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan diaspora terus diperkuat agar pembangunan di Kabupaten Lamongan semakin merata serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***
Reporter: Suprapto
Editor: Hadiyin





