Harga Telur Turun, Pemkab Ponorogo Ajak ASN Beli Produk Peternak Lokal

Harga Telur Turun, Pemkab Ponorogo Ajak ASN Beli Produk Peternak Lokal
Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita (SOny)
Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah untuk membeli telur hasil peternak lokal sebagai upaya membantu peternak yang terdampak penurunan harga.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan gerakan tersebut merupakan langkah jangka pendek untuk meningkatkan penyerapan produksi telur yang saat ini mengalami surplus di tingkat peternak.

“Pemkab mengajak seluruh ASN membeli telur dari peternak Ponorogo. Ini merupakan bentuk dukungan nyata kepada para peternak yang sedang menghadapi penurunan harga,” ujarnya.

Menurut Lisdyarita, anjloknya harga telur dipicu menurunnya permintaan selama masa libur sekolah. Selain itu, penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menyebabkan kebutuhan telur berkurang, sementara produksi dari peternak tetap berlangsung setiap hari.

Baca juga :Β Kuota LPG 3 Kg Kabupaten Kediri Tahun 2026 Capai 55.560 MT, Disdagrin Pastikan Pasokan Aman

“Produksi telur tetap berjalan setiap hari, tetapi permintaannya menurun karena Program Makan Bergizi Gratis berhenti sementara selama libur sekolah. Akibatnya stok melimpah dan harga ikut terkoreksi,” jelasnya.

Selain menggerakkan ASN untuk membeli telur, Pemkab Ponorogo juga akan memperluas akses pemasaran melalui berbagai kegiatan, termasuk bazar yang melibatkan peternak lokal. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penyerapan hasil produksi sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di tingkat peternak.

“Pemerintah daerah harus hadir memberikan solusi. Kami akan mengoptimalkan berbagai cara, termasuk melalui bazar, agar telur hasil peternak Ponorogo lebih banyak terserap pasar,” katanya.

Baca juga :Β Minat Baca Masyarakat di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kediri Tetap Tinggi

Saat ini harga telur di tingkat peternak berada pada kisaran Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai belum memberikan keuntungan yang memadai bagi peternak, sehingga diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar usaha peternakan tetap berkelanjutan.***

Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *