Warga Tulungagung Patungan Perbaiki Jalan Rusak, Desak Pemkab Segera Bertindak

Warga Tulungagung Patungan Perbaiki Jalan Rusak, Desak Pemkab Segera Bertindak
Warga Desa Sumberdadap, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung saat memperbaiki jalan rusak menggunakan tanah uruk (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Ratusan warga Desa Sumberdadap, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung, bergotong royong memperbaiki jalan rusak menggunakan dana swadaya. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus kritik kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang dinilai belum merealisasikan perbaikan jalan yang telah rusak selama bertahun-tahun.

Kepala Desa Sumberdadap, Slamet Rianto, mengatakan kondisi Jalan Lingkar Demuk mengalami kerusakan cukup parah. Aspal yang sebelumnya menutupi badan jalan kini hampir seluruhnya hilang sehingga permukaannya menyerupai jalan makadam.

Menurutnya, kerusakan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan kerap memicu kecelakaan bagi pengendara yang melintas, baik warga setempat maupun pengguna jalan dari luar daerah.

“Kondisi jalan di sini sudah rusak parah selama bertahun-tahun. Banyak masyarakat mengalami kecelakaan akibat jalan yang rusak saat melintas,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Baca juga :Β Harga Timun di Kediri Naik Jadi Rp13.000 per Kilogram, Cabai Rawit Justru Anjlok ke Rp40.000

Slamet menjelaskan, total ruas Jalan Lingkar Demuk yang mengalami kerusakan mencapai sekitar tiga kilometer. Dari panjang tersebut, sekitar 1,2 kilometer berada di wilayah Desa Sumberdadap. Jalan tersebut merupakan akses penghubung antar desa yang memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat.

Ia mengungkapkan, pemerintah desa bersama masyarakat telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Bahkan sebelumnya status jalan telah diubah dari jalan desa menjadi jalan kabupaten agar penanganannya menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Dulu statusnya masih jalan desa. Kami mengajukan perubahan status menjadi jalan kabupaten dan sekarang sudah menjadi kewenangan Pemkab,” jelasnya.

Karena belum ada perbaikan dari pemerintah, warga akhirnya berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya untuk membeli material berupa tanah uruk. Dana yang terkumpul digunakan membeli 13 rit tanah guna menutup titik-titik jalan yang rusak parah.

Setiap warga yang berpartisipasi memberikan sumbangan dengan nominal bervariasi, mulai Rp25 ribu hingga Rp200 ribu. Seluruh proses penimbunan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat.

Baca juga :Β Mahasiswi S3 Asal Jepang Ikuti Prosesi Jamasan Situs Totok Kerot di Kediri

Melalui aksi tersebut, warga berharap Pemerintah Kabupaten Tulungagung segera merealisasikan perbaikan permanen terhadap Jalan Lingkar Demuk agar akses transportasi kembali aman dan nyaman digunakan.

“Kami berharap Pemkab Tulungagung segera memperbaiki jalan ini sehingga masyarakat bisa melintas dengan aman dan aktivitas warga tidak lagi terganggu,” pungkas Slamet.***

Reporter : Sholeh Sirri

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *