Jombang, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Kepatihan, Kecamatan Jombang, kembali menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Meski anggaran desa mengalami penurunan, program yang telah berjalan sejak 2018 itu tetap dilaksanakan dan tahun ini juga diperluas dengan pemberian perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal.
Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor Desa Kepatihan, Jumat (10/7/2026), dan dihadiri ratusan warga penerima manfaat serta sejumlah pejabat, di antaranya Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang Rika Paur Fibriamayusi, Camat Jombang Muchtar, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jombang Ibrahim Hadi Wibowo, Ketua Spekal Jombang Joko Fatah Rochim, dan Kapolsek Jombang AKP Edy Widoyono.
Sebelum pembagian bantuan, Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi, juga menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga salah satu warga yang meninggal dunia.
Erwin mengatakan program bantuan pendidikan tersebut telah menjadi agenda rutin desa selama hampir delapan tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap beban ekonomi masyarakat.
Baca juga : Mahasiswi S3 Asal Jepang Ikuti Prosesi Jamasan Situs Totok Kerot di Kediri
“Hampir delapan tahun terakhir bantuan ini selalu kami laksanakan setiap tahun,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan seragam diberikan untuk membantu orang tua menghadapi kebutuhan sekolah yang biasanya meningkat menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
“Tujuannya hanya untuk meringankan beban wali murid,” katanya.
Namun, Erwin mengakui jumlah penerima manfaat tahun ini berkurang akibat terbatasnya anggaran dana desa. Jika sebelumnya bantuan dapat diberikan kepada lebih dari 300 siswa, kini hanya 170 anak yang menerima bantuan.
Program tersebut menyasar siswa SD, MI, SMP, dan MTs. Khusus siswa yang baru masuk SMP dari SD tidak lagi menerima bantuan karena telah memperoleh bantuan seragam dari Pemerintah Kabupaten Jombang.
“Untuk siswa SD yang menerima bantuan adalah kelas 2 sampai kelas 5. Sedangkan yang baru masuk SMP tidak kami berikan karena sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten,” jelasnya.
Baca juga : Mohamad Syafiq Amrulhuda, Atlet Tarung Derajat Andalan Kabupaten Kediri Bidik Prestasi di Porprov Jatim 2027
Ia menambahkan, penyaluran dilakukan sebelum masuk sekolah agar orang tua masih memiliki waktu untuk menyesuaikan ukuran seragam apabila diperlukan.
Penerima bantuan diprioritaskan bagi keluarga prasejahtera yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penyandang disabilitas, dan anak yatim.
Erwin menjelaskan anggaran program seragam sekolah tahun ini mencapai sekitar Rp32 juta, turun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp50–60 juta akibat pengurangan dana desa dari pemerintah pusat.
Selain bantuan pendidikan, Pemdes Kepatihan juga meluncurkan program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal. Program tersebut menyasar pelaku UMKM, tukang becak, pengemudi ojek online, kurir, hingga pekerja sektor informal lainnya.
Menurut Erwin, kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah desa melakukan penyesuaian anggaran dan menilai perlindungan jaminan sosial lebih memberikan manfaat jangka panjang dibanding penambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
“Dengan anggaran desa yang semakin terbatas, kami menghitung kembali kemampuan keuangan desa. Akhirnya kami memutuskan memberikan bantuan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal,” jelasnya.
Program itu diharapkan mampu memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja maupun kematian sehingga masyarakat yang bekerja di sektor informal memiliki jaminan sosial yang lebih baik.
Sekretaris DPMD Kabupaten Jombang, Rika Paur Fibriamayusi, mengapresiasi langkah Pemdes Kepatihan yang dinilai mampu menghadirkan inovasi di tengah keterbatasan anggaran.
Ia berharap program bantuan pendidikan dan perlindungan sosial tersebut dapat terus berlanjut sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Jombang.
Salah satu warga penerima bantuan, Ika Trisna Savitri (29), mengaku bersyukur anaknya yang duduk di kelas 2 SD memperoleh satu setel seragam sekolah gratis.
“Alhamdulillah bantuan seragam ini sangat membantu meringankan beban orang tua. Semoga program seperti ini terus berlanjut setiap tahun,” tuturnya.***
Reporter : Taufiq Rahcman
Editor : Hadiyin





