JOMBANG, LINGKARWILIS.COM – Kopi Excelsa/Liberica asal Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, berhasil menorehkan prestasi di tingkat Asia Tenggara. Kopi milik Agus Abdullah, pengusaha kopi asal Desa Panglungan, berhasil meraih posisi Juara II dalam ajang South East Asia Green Coffee Competition (SEAGCC) 2026.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Wonosalam. Kopi yang dibudidayakan di kawasan lereng Gunung Anjasmoro itu mampu menunjukkan kualitasnya di tengah persaingan kopi dari berbagai negara Asia Tenggara.
SEAGCC 2026 mempertemukan produk kopi terbaik dari sembilan negara ASEAN, yakni Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam.
Di tengah kompetisi tersebut, kopi varietas Excelsa/Liberica asal Wonosalam berhasil mencuri perhatian dan menempati peringkat kedua.
“Tahun ini, SEAGCC diikuti sembilan negara ASEAN, yakni Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam,” ujar Agus saat ditemui di kediamannya, Sabtu (15/8/2026).
Baca juga : KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Jombang Terkait Kasus Suap Pajak KPP Madya Banjarmasin
Perjalanan kopi Wonosalam menuju ajang tingkat Asia Tenggara tersebut sebelumnya dimulai melalui Indonesia Green Coffee Competition (IGCC) 2026. Dalam kompetisi nasional itu, kopi terbaik Indonesia dari tiga kategori utama, yakni Arabika, Robusta, dan Liberica, diseleksi untuk mewakili Indonesia di tingkat regional.
Kopi Liberica/Excelsa Wonosalam menjadi salah satu produk yang terpilih untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Hasilnya pun cukup membanggakan. Kopi Excelsa/Liberica Wonosalam berhasil menduduki posisi kedua dalam SEAGCC 2026.
Capaian itu sekaligus membuktikan bahwa varietas Excelsa atau Liberica yang belum sepopuler Arabika dan Robusta memiliki potensi untuk bersaing di pasar dan kompetisi kopi tingkat regional.
Bagi masyarakat Wonosalam, keberadaan kopi bukan hanya berkaitan dengan sektor pertanian. Komoditas tersebut telah menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pegunungan.
Keberhasilan kopi Wonosalam di tingkat Asia Tenggara pun diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi produk kopi lokal untuk dikenal, sekaligus memberikan dampak positif bagi para petani.
“Menurut kami, Excelsa atau Liberica memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dari dua varietas kopi yang lebih populer,” jelas Agus.
Baca juga : DPRD Kabupaten Kediri Gelar Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
Menurutnya, pencapaian tersebut bukan menjadi akhir, melainkan momentum untuk terus meningkatkan kualitas kopi. Di balik keberhasilan sebuah produk kopi dalam kompetisi, terdapat proses panjang yang melibatkan petani, pengelolaan kebun, pemanenan, hingga pengolahan biji kopi.
Karena itu, prestasi di SEAGCC 2026 diharapkan tidak berhenti sebatas penghargaan kompetisi. Lebih jauh, capaian tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas kopi Indonesia sekaligus memperkenalkan varietas Liberica/Excelsa kepada pasar internasional.
“Harapannya ke depan kopi Indonesia, terutama varietas Liberica/Excelsa, makin berkualitas, makin dikenal di kancah internasional dan bisa meningkatkan taraf hidup petani kopi,” pungkas Agus.***





