Gus Yahya Ajak Muktamirin Teladani Semangat Mbah Wahab, Muktamar NU ke-35 Dinilai Istimewa

Gus Yahya Ajak Muktamirin Teladani Semangat Mbah Wahab, Muktamar NU ke-35 Dinilai Istimewa
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat menghadiri undangan acara Istighotsah dan Bedah Buku KH Abdul Wahab Hasbullah di Aula Kampus Universitas Wahab Hasbullah Jombang, Sabtu (15/8/2026) malam. (Taufiqur Rachman)

Jombang, LINGKARWILIS.COM – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengajak para muktamirin dan warga NU meneladani semangat perjuangan KH Abdul Wahab Hasbullah dalam menghadapi perubahan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Gus Yahya saat menghadiri Istighotsah dan Bedah Buku KH Abdul Wahab Hasbullah di Aula Kampus Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, Sabtu (15/8/2026) malam. Kehadirannya sekaligus dimanfaatkan untuk memantau persiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya mengingatkan bahwa semangat Mbah Wahab tidak sebatas mempertahankan peninggalan masa lalu. Lebih dari itu, para penerus NU harus mampu membaca perubahan zaman dan menentukan langkah yang perlu dilakukan untuk menghadapi masa depan.

“Mbah Wahab itu melihat dunia berubah. Dan kemudian beliau berpikir ulama dan umat Islam ini di tengah dunia yang berubah ini harus melakukan apa,” ujar Gus Yahya saat memberikan keterangan kepada wartawan seusai acara.

Baca juga : Kirab Merah Putih Raksasa Diikuti 1.147 Peserta, Kobarkan Semangat Patriotisme di Kota Kediri

Menurutnya, cara berpikir tersebut penting untuk menjadi spirit dalam pelaksanaan Muktamar NU ke-35. Para muktamirin diharapkan tidak hanya melihat persoalan yang ada saat ini, tetapi juga memikirkan berbagai tantangan yang akan dihadapi NU dan masyarakat pada masa mendatang.

Gus Yahya menyebut Muktamar NU ke-35 memiliki nilai istimewa. Selain digelar dalam momentum 100 tahun dalam penanggalan Masehi, kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan pesantren yang memiliki keterkaitan erat dengan salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Hasbullah.

“Saya kira ini adalah semangat Mbah Wahab yang harus menjiwai Muktamar ke-35 ini, karena ini muktamar betul-betul istimewa. Persis di tahun ke-100 dalam penanggalan Masehi, kita gelar muktamar di pesantren tempat pendiri Nahdlatul Ulama yaitu Kiai Wahab Hasbullah,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta Muktamar dan warga NU yang hadir di kawasan Tambakberas agar tidak melupakan sejarah serta jasa KH Abdul Wahab Hasbullah.

Gus Yahya menilai keberadaan makam Mbah Wahab di tengah kawasan Pesantren Tambakberas menjadi pengingat penting bagi setiap orang yang datang ke tempat tersebut untuk mengenang perjuangan dan pemikiran sang pendiri NU.

Baca juga : Rasya Dikukuhkan Jadi Paskibraka Kabupaten Kediri Tanpa Kehadiran Orang Tua

“Jangan sampai siapa pun yang menginjakkan kaki di atas bumi Tambakberas ini, lupa kepada Mbah Wahab,” pesannya.

Dengan menjadikan semangat Mbah Wahab sebagai inspirasi, Muktamar NU ke-35 diharapkan tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga momentum untuk merumuskan langkah NU dalam menjawab berbagai perubahan dan tantangan zaman.***

Reporter : Taufiq Rachman

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *