Batu, LINGKARWILIS.COM – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Badan Pangan Nasional (BAPANAS) RI bersama tim gabungan melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan harga dan ketersediaan bahan pangan pokok di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu. Langkah ini ditempuh sebagai bentuk pengawasan dini guna menjaga stabilitas pangan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BAPANAS RI, Puspa Dewi, S.E., beserta jajaran. Turut terlibat dalam monitoring ini Kanit Tipidter Polres Batu, Kepala BPS Kota Batu, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala UPT Pasar Kota Batu, serta perwakilan Bulog setempat.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, tim menemukan adanya dinamika harga pada sejumlah komoditas strategis. Untuk beras, harga terpantau bervariasi sesuai merek. Beras SPHP dijual Rp60.000 per 5 kilogram, sementara beras merek Lahap dan Pandan Alam berada pada kisaran Rp75.000–Rp77.000 per kemasan 5 kilogram.
Baca juga : Wakil Bupati Kediri Resmi Buka TMMD ke-127 di Desa Sumberbahagia Gadungan Puncu
Komoditas hortikultura menunjukkan lonjakan signifikan, terutama cabai rawit merah yang mencapai Rp90.000 per kilogram. Adapun bawang merah dan bawang putih berkisar antara Rp28.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
Pada sektor protein hewani, harga relatif stabil. Daging sapi dipatok Rp125.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, sementara telur ayam berada di rentang Rp29.500–Rp30.000 per kilogram.
Sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga tercatat sebagai berikut: Minyak goreng Minyakita dijual Rp15.700 per liter, Sunco Rp41.000 per 2 liter, gula pasir Rp16.500 per kilogram, kedelai Rp12.000–Rp15.000 per kilogram, serta jagung pipilan kering Rp8.000 per kilogram.
Puspa Dewi menilai bahwa kenaikan harga pada beberapa komoditas dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan menjelang Ramadan serta adanya keterlambatan distribusi dari pemasok.
“Kenaikan harga sebagian bahan pokok lebih dipicu oleh faktor psikologis pasar menjelang Ramadan dan sedikit kendala pasokan. Namun, kami terus berkoordinasi dengan Bulog dan dinas terkait agar ketersediaan pangan tetap terjaga bagi masyarakat Kota Batu,” ujarnya, Rabu (11/02).***
Reporter : Arief Prabowo
editor : Hadiyin






