Blitar, LINGKARWILIS.COM – Tingginya permintaan masyarakat terhadap rumah susun sewa (rusunawa) di Kota Blitar mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) untuk kembali mengusulkan pembangunan blok baru pada tahun anggaran mendatang. Langkah ini diambil sebagai solusi atas panjangnya daftar tunggu warga yang ingin menempati hunian terjangkau tersebut.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Blitar, Suyanto, menjelaskan bahwa usulan pembangunan rusunawa sebenarnya direncanakan sejak tahun ini. Namun karena keterbatasan anggaran, pengajuan pembangunan terpaksa ditunda.
“Rencana penambahan blok baru tetap kami ajukan tahun depan. Sebenarnya kami ingin ajukan tahun ini, tapi karena efisiensi anggaran, belum bisa direalisasikan,” ujar Suyanto, Jumat (4/7/2025).
Baca juga : Harga Cabai di Pasar Kota Kediri Turun Tipis Usai Sempat Melambung
Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk tinggal di rusunawa sangat tinggi. Setiap tahun, jumlah pendaftar bisa mencapai ratusan, mayoritas berasal dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memang menjadi prioritas utama dalam skema sewa hunian ini.
Pemkot Blitar sendiri akan menyediakan lahan untuk pembangunan rusunawa, sedangkan anggaran pembangunannya bersumber dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Lokasi yang disiapkan berada di sisi selatan bangunan rusunawa yang sudah berdiri saat ini.
“Kami juga sudah lakukan sosialisasi kepada masyarakat, ini merupakan salah satu syarat untuk mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke pusat,” imbuh Suyanto.
Baca juga : Motor Tergelincir Saat Salip Truk, Kakek di Kediri Tewas di Tempat
Ia menambahkan, pembangunan satu blok rusunawa diperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp 30 miliar, tergantung pada jumlah unit atau kamar yang akan dibangun. Komunikasi terakhir dengan Kementerian PUPR menunjukkan bahwa pengajuan dari Pemkot tinggal menunggu lampu hijau dari menteri.
Saat ini, biaya sewa rusunawa di Kota Blitar cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp 75 ribu per bulan untuk lantai 4, dan Rp 150 ribu per bulan untuk lantai 1 hingga 3.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





