NGANJUK, LINGKARWILIS.COM — Memasuki awal tahun kerja 2026, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro langsung menggeber kinerja birokrasi. Duet yang akrab disapa Kang Marhaen dan Mas Handy itu menegaskan komitmen menjadikan 2026 sebagai titik lonjakan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Nganjuk.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Peningkatan Budaya Kerja ASN dan Konsolidasi Kinerja Program Perangkat Daerah Tahun 2026 yang digelar di halaman RTH Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk, Selasa (6/1/2026).
Dalam arahannya, Kang Marhaen menegaskan bahwa peningkatan kinerja aparatur tidak boleh berhenti pada capaian administratif semata, melainkan harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang merata.
Baca juga : Tekun Karena Hobi, Babinsa Tinalan Kediri Sukses Kembangkan Ternak Kenari Merah
Ia meminta seluruh kepala perangkat daerah dan camat menjadi motor penggerak penerapan nilai ASN BerAKHLAK dalam setiap lini pelayanan.
“Seluruh perangkat daerah dan camat harus satu komitmen meningkatkan kinerja. ASN, terutama pimpinan, wajib menjadi teladan dalam membangun budaya kerja yang sehat, komunikasi yang baik, serta mengutamakan kepuasan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk Mas Handy menilai tantangan di tahun 2026 membutuhkan pola kerja yang adaptif dan inovatif. Ia menyinggung pengalaman tahun 2025 sebagai bukti bahwa kerja sama yang solid mampu mengurai berbagai kendala program.
Baca juga : Persik Kediri Tahan Persib, Marcos Torres Apresiasi Peran Muhammad Firli
“Tidak ada pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan jika dilakukan bersama. Kuncinya adalah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi,” ujar Mas Handy.
Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan, dalam laporannya menyampaikan capaian positif terkait Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Berdasarkan hasil survei, tingkat kepuasan publik terhadap pelayanan Pemkab Nganjuk menunjukkan tren peningkatan konsisten dalam empat tahun terakhir.
“Tahun 2022 IKM berada di angka 84,33, meningkat menjadi 85,22 pada 2023, lalu 87,29 di 2024, dan mencapai 89,34 pada 2025,” paparnya.
Menurut Nur Solekan, tren tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus menguat terhadap kinerja pemerintah daerah. Melalui konsolidasi ini, ia berharap semangat bersama ASN semakin terbangun untuk menjaga konsistensi peningkatan pelayanan publik.
Melalui penguatan sinergi lintas instansi, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menargetkan program pembangunan tahun 2026 mampu melahirkan inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara adil dan merata.***
Reporter : Inna Dewi Fatima
Editor : Hadiyin





