Ayah Bejat di Lamongan Tega Gauli Anak Kandung ! Terungkap Usai Korban Curhat ke Psikolog

Ayah Bejat di Lamongan Tega Gauli Anak Kandung! Terungkap Usai Korban Curhat ke Psikolog
Pelaku AAK saat gelandang petugas Polres Lamongan (Suprapto)

Lamongan, LINGKARWILIS.COM- Warga  Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, dikejutkan dengan tindakan bejat seorang ayah berinisial AAK (42) yang tega melakukan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri.

Kasus ini terbongkar setelah sang ibu curiga dengan perubahan drastis perilaku korban yang menjadi pendiam dan enggan bersekolah.

Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa penangkapan pelaku berawal dari laporan ibu korban yang tidak terima dengan perbuatan suaminya.

“Kami berhasil mengamankan terduga pelaku tindak pidana persetubuhan dan pencabulan anak di bawah umur berinisial AAK (42),” ujar AKBP Agus Dwi Suryanto didampingi Kasat Reskrim AKP Rizky Akbar Kurniadi,  pada Kamis (24/4).

Baca juga : Lewat Program Karomah, Polres Kediri Kota Bangun Karakter Anggota yang Tangguh dan Humanis

AKBP Agus Dwi Suryanto memaparkan, kasus kekerasan seksual terhadap anak kandung ini terungkap ketika ibu korban menyadari perubahan perilaku yang signifikan pada putrinya.

Korban yang sebelumnya dikenal ceria, tiba-tiba sering mengurung diri di kamar dan kehilangan semangat untuk bersekolah.

Merasa khawatir, sang ibu mencoba bertanya kepada putrinya yang selama ini dikenal berprestasi, namun korban enggan menceritakan apa yang terjadi.

Karena perubahan perilaku sang anak tak kunjung membaik, sang ibu berinisiatif membawa korban berkonsultasi dengan seorang psikolog di Surabaya.

Baca juga : Kabel Internet Ilegal Dipotong Paksa, Satgas Ponorogo Tegakkan Penertiban

Namun, setelah beberapa waktu berlalu, kondisi korban belum menunjukkan perubahan yang berarti.

Merasa ada sesuatu yang disembunyikan, sang ibu kemudian mencoba melihat isi percakapan di ponsel putrinya yang digunakan untuk berkomunikasi dengan psikolog.

Betapa terkejutnya sang ibu saat mendapati pesan yang mengungkapkan bahwa putrinya telah menjadi korban persetubuhan oleh ayah kandungnya sendiri.

Mendapati kenyataan pahit tersebut, sang ibu segera mengkonfirmasi kepada korban. Dengan berat hati, korban mengakui telah dua kali menjadi korban kebiadaban ayahnya.

“Tanggal 20 April 2025, ibu korban melihat chat dengan psikolog yang berisi pengakuan korban telah disetubuhi ayahnya,” jelas AKBP Agus.

Tidak terima dengan perbuatan suaminya, sang ibu segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lamongan pada Minggu (20/4).

Unit Pelayanan dan Perlindungan Anak (PPA) Polres Lamongan yang dipimpin Ipda Wahyudi Eko Afandi bergerak cepat melakukan penyelidikan.

“Pelaku berhasil kami amankan di rumah orang tuanya di Desa Plososetro, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Saat ini pelaku telah kami bawa ke Polres Lamongan untuk penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, AKBP Agus Dwi menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, aksi bejat pelaku diduga kuat dipicu oleh kebiasaannya menonton video porno.

Untuk menutupi perbuatannya, pelaku juga diduga mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapapun, termasuk ibunya.

“Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa pelaku memiliki kebiasaan menonton film porno yang diduga membangkitkan hasratnya. Pelaku mengakui telah melakukan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak kandungnya sebanyak dua kali, yaitu pada Selasa (13/8) tahun 2024 sekitar pukul 11.00 WIB dan Jumat (21/2) tahun 2025 sekitar pukul 13.00 WIB di dalam kamar korban,” pungkas AKBP Agus Dwi Suryanto.

Atas perbuatannya yang keji, AAK akan dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1) dan Ayat (2) dan atau Pasal 82 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.***

Reporter: Suprapto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D