LAMONGAN, LINGKARWILIS.COM — Pemerintah Kabupaten Lamongan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi banjir seiring tingginya curah hujan yang sulit diprediksi sejak awal musim penghujan. Hingga kini, banjir tercatat telah merendam enam kecamatan, yakni Kalitengah, Turi, Karanggeneng, Deket, Glagah, dan Karangbinangun.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, M. Nalikan, mengatakan pemerintah daerah terus mengambil langkah antisipatif untuk menghadapi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi memperparah genangan di sejumlah wilayah.
Ia menjelaskan, salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pembersihan serta normalisasi saluran pembuangan air. Langkah tersebut difokuskan pada titik-titik aliran yang tersumbat, terutama akibat tumpukan eceng gondok yang menghambat kelancaran arus air.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah membersihkan saluran pembuangan air. Ini menjadi jalur utama aliran, khususnya di wilayah yang tersumbat eceng gondok,” ujar Nalikan, Selasa (29/12/2025).
Baca juga : Disperdagin Kota Kediri Siapkan Pasar Banjaran sebagai Sentra Kuliner, 24 PKL Terima Rombong dan Lapak Usaha
Selain itu, Pemkab Lamongan juga melakukan pemantauan intensif terhadap debit air sungai. Berdasarkan hasil pantauan sementara, penurunan muka air masih tergolong lambat, sekitar satu sentimeter per hari, sehingga kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan ekstra.
Tak hanya berfokus pada penanganan infrastruktur, pemerintah daerah juga telah memetakan kawasan rawan banjir dan permukiman warga yang berpotensi terdampak. Sejumlah skema bantuan pun telah disiapkan untuk disalurkan apabila kondisi banjir mengalami peningkatan.
Di sektor kesehatan, Pemkab Lamongan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyiagakan pelayanan medis bagi warga terdampak. Seluruh puskesmas, tenaga kesehatan, hingga bidan diminta siaga selama 24 jam guna memastikan layanan kesehatan tetap berjalan.
“Kami telah menyiapkan layanan kesehatan gratis dengan tenaga medis yang siaga penuh jika sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat,” terangnya.
Pemkab Lamongan juga menggandeng pemerintah desa untuk memperkuat koordinasi di lapangan. Langkah tersebut meliputi pemasangan rambu peringatan di kawasan rawan banjir serta di jalur-jalur yang terdampak genangan.
Baca juga : UMK Kota Kediri 2026 Naik Rp170 Ribu, Pemkot Tekankan Perlindungan Kesejahteraan Pekerja
Berdasarkan hasil pemantauan, Nalikan menyebut wilayah Bojoasri menjadi salah satu titik dengan genangan terdalam dan merupakan daerah yang lebih awal terdampak banjir dibanding wilayah lainnya.
“Bojoasri termasuk yang paling dalam dan datang lebih dulu. Ini menjadi perhatian utama kami,” pungkasnya.***
Reporter : Suprapto
Editor : Hadiyin





